Holding

New Policy: Holding Ultra Mikro Dorong 2,57 Juta Nasabah PNM Mekaar Naik Kelas

New Policy: Penguatan Ekosistem Keuangan Ultra Mikro Dorong 2,57 Juta Nasabah PNM Mekaar Naik Kelas 2025 New Policy - Dalam rangka mendorong pertumbuhan

Desk Holding
Published Juni 26, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

New Policy: Penguatan Ekosistem Keuangan Ultra Mikro Dorong 2,57 Juta Nasabah PNM Mekaar Naik Kelas 2025

New Policy – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, New Policy yang diumumkan oleh Holding Ultra Mikro pada tahun 2021 berfokus pada integrasi layanan keuangan dari BRI, Pegadaian, dan PNM untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat. Strategi ini bertujuan membangun ekosistem yang lebih inklusif dan terpadu, khususnya untuk kelompok usaha mikro yang selama ini kesulitan memperoleh dukungan finansial. Dengan menggabungkan kekuatan tiga lembaga tersebut, New Policy memberikan solusi keuangan yang lebih komprehensif, memudahkan nasabah dalam mengelola keuangan sehari-hari.

Program PNM Mekaar, sebagai bagian dari New Policy, menjadi alat utama dalam mendorong peningkatan kapasitas usaha perempuan prasejahtera. Penerapan model ekosistem yang terpadu ini tidak hanya memperluas jaringan layanan, tetapi juga memberikan akses ke berbagai produk keuangan seperti tabungan emas dan asuransi mikro. Dengan kemudahan transaksi, baik melalui platform digital maupun layanan langsung, pelaku usaha ultra mikro kini dapat mengambil keputusan finansial yang lebih cepat, meningkatkan kemandirian mereka.

Komitmen New Policy terlihat dari peningkatan kualitas layanan yang signifikan selama beberapa tahun terakhir. Integrasi layanan keuangan telah memperkuat pemberdayaan pelaku usaha melalui pendampingan profesional dan pelatihan keuangan. Selain itu, ekosistem ini membantu membangun literasi keuangan yang lebih baik, menjadikan nasabah lebih siap menghadapi tantangan bisnis. Langkah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk menumbuhkan ekonomi inklusif di Indonesia.

Impak New Policy pada Pertumbuhan Ekonomi Nasabah

Salah satu dampak utama New Policy adalah peningkatan signifikan jumlah nasabah PNM Mekaar yang berhasil naik kelas. Sejak awal integrasi, jumlah nasabah yang terdaftar meningkat dari 329.532 pada 2022 menjadi 2.579.407 pada 2025. Angka ini mencerminkan keberhasilan program dalam meningkatkan kemampuan usaha dan finansial nasabah. Selain itu, pertumbuhan ini juga menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan yang terintegrasi.

Dukungan pendampingan dan pelatihan yang terpadu melalui New Policy memberikan keuntungan besar bagi nasabah. Mereka tidak hanya bisa mengakses pembiayaan, tetapi juga memahami konsep investasi, manajemen risiko, serta penggunaan produk keuangan non-pinjaman. Kebiasaan menabung dan berinvestasi yang terbentuk melalui program ini meningkatkan stabilitas finansial pelaku usaha, memungkinkan mereka menjangkau pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Komitmen Membentuk Agen BRILink untuk Meningkatkan Akses

Peningkatan jumlah agen BRILink juga menjadi bukti keberhasilan New Policy. Pada 2022, tercatat sebanyak 69.016 orang menjadi agen, namun pada 2025, angka ini naik menjadi 186.477. Pertumbuhan ini menunjukkan fokus pada pengembangan kualitas agen dan intensitas transaksi yang lebih tinggi. Dengan kehadiran agen BRILink yang lebih luas, akses ke layanan keuangan menjadi lebih mudah, terutama di daerah-daerah yang masih terisolasi secara digital.

Angka kenaikan nasabah yang naik kelas dan pertumbuhan agen BRILink secara bersamaan menegaskan bahwa New Policy berhasil memperkuat ekosistem keuangan ultra mikro. Integrasi layanan keuangan memberikan peluang pertumbuhan yang lebih besar bagi masyarakat, mempercepat proses peningkatan kelas ekonomi. Hasil ini juga menunjukkan keberhasilan kolaborasi tiga lembaga dalam mewujudkan visi ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Direktur Utama PNM Mekaar, New Policy telah mengubah paradigma pembiayaan ultra mikro. Dengan ekosistem yang terpadu, pelaku usaha kini tidak hanya memiliki akses ke modal, tetapi juga keahlian dalam pengelolaan keuangan, sehingga bisa tumbuh secara berkelanjutan.

Leave a Comment