Sekjen

Latest Program: Sekjen Partai Buruh Mundur, Bawa Gerbong 1,3 Juta Anggota

Sekjen Partai Buruh Mundur, Bawa Gerbong 1,3 Juta Anggota Latest Program - Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli memutuskan untuk meninggalkan partai

Desk Sekjen
Published Juni 26, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Sekjen Partai Buruh Mundur, Bawa Gerbong 1,3 Juta Anggota

Latest Program – Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli memutuskan untuk meninggalkan partai yang dipimpin Said Iqbal. Pengunduran diri ini dilakukan setelah ia dan sekitar 1,3 juta anggota serta pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) memutuskan untuk berpisah dari Partai Buruh. Keputusan tersebut berdasarkan perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan partai, yang menurut Ferri telah menjadi titik balik sejak Kamis (25/6) malam.

Said Iqbal, sebagai presiden Partai Buruh, menyatakan bahwa ia telah mengetahui rencana pengunduran diri Ferri sejak malam hari pada 25 Juni. Pernyataan itu diungkapkan dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan Partai Buruh. Ferri menjelaskan bahwa perbedaan tersebut muncul dari keinginan untuk mengubah strategi partai menjadi lebih efektif dalam menangani isu-isu penting yang dianggap lebih relevan oleh kelompoknya.

ORI sebagai Sayap Politik KSPSI

Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) merupakan sayap politik dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani. ORI didirikan pada tahun 2013 dan menjadi salah satu dari 11 organisasi inisiator pendirian Partai Buruh dalam Kongres I yang berlangsung Oktober 2021. Ferri menegaskan bahwa keputusan pengunduran diri bukanlah tindakan spontan, melainkan hasil evaluasi yang matang.

“Pengunduran diri ini merupakan keputusan yang diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi yang panjang,” kata Ferri dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada Jumat (26/6).

Dalam konferensi pers tersebut, Ferri juga menyebutkan bahwa anggota ORI yang mengambil langkah ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berjumlah sekitar 1,3 juta orang, termasuk pengurus dari tingkat pusat hingga tingkat kecamatan. Ferri menjelaskan bahwa pengunduran diri ini dilakukan secara harmonis dan tetap menjaga hubungan persaudaraan dengan Partai Buruh.

Menurut Ferri, ORI dan KSPSI memiliki hubungan yang seperti rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan. Berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan telah dilakukan, tetapi belum berhasil mengatasi perbedaan pandangan tersebut. Ia menilai bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk solusi terbaik untuk menghindari konflik yang lebih besar.

Perbedaan Arah Perjuangan Partai

Perbedaan arah perjuangan Partai Buruh menjadi penyebab utama dari keputusan Ferri dan anggota ORI untuk mundur. Ferri menyatakan bahwa kelompoknya ingin mengarahkan partai ke jalur yang lebih fokus pada isu-isu sosial dan ekonomi yang lebih mendesak bagi rakyat. “Kita percaya bahwa perubahan arah perjuangan diperlukan untuk memperkuat keberhasilan Partai Buruh di masa depan,” tutur Ferri.

Menurut Ferri, keputusan ini tidak hanya mengubah struktur internal Partai Buruh, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap jumlah anggota partai. Dengan 1,3 juta anggota yang mengundurkan diri, Partai Buruh kehilangan kekuatan besar dalam basis pengurus dan anggota. Ia menekankan bahwa ORI dan KSPSI adalah organisasi inisiator terbesar dalam partai tersebut, sehingga perpindahan mereka akan memberikan pengaruh besar.

Sebagai bagian dari langkahnya, Ferri meminta seluruh pengurus ORI yang menjabat jabatan struktural di Partai Buruh, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota maupun kecamatan, untuk segera mengajukan surat pengunduran diri secara administratif. “Ini adalah cara yang terbaik untuk menunjukkan komitmen kami terhadap perubahan,” ujar Ferri.

Daerah yang Terlibat dalam Pemisahan

Pemisahan ini melibatkan anggota dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Ferri menyebutkan bahwa keputusan untuk keluar dari Partai Buruh dibuat secara bersamaan oleh anggota-anggota tersebut, berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya.

Menurut Ferri, ORI dan KSPSI telah menjadi salah satu elemen utama dalam membangun Partai Buruh. Dengan keputusan ini, mereka mengambil langkah besar untuk memperkuat kekuatan politik mereka di luar struktur Partai Buruh. Ferri juga menilai bahwa pengunduran diri ini membuka peluang baru bagi ORI untuk berkiprah lebih luas dalam dunia politik nasional.

Konsekuensi untuk Partai Buruh

Keputusan Ferri dan anggota ORI untuk meninggalkan Partai Buruh menimbulkan berbagai konsekuensi. Salah satunya adalah perubahan struktur organisasi partai, terutama dalam hal jumlah anggota dan pengurus. Ferri menyatakan bahwa ORI dan KSPSI adalah organisasi inisiator terbesar dalam Partai Buruh, sehingga perpindahan mereka akan memengaruhi kapasitas partai dalam menghadapi tantangan politik di masa depan.

Sebagai bagian dari perpindahan ini, Ferri menegaskan bahwa ORI akan berdiri sendiri sebagai organisasi politik yang independen. Ia berharap ORI dapat berkiprah lebih luas lagi, sekaligus memperkuat peran serta keberhasilan partai di masa depan. “Kita ingin membuka jalan baru untuk mencapai tujuan politik yang lebih jelas dan lebih berdampak bagi masyarakat,” tambah Ferri.

Dalam pernyataannya, Ferri juga menyebutkan bahwa keputusan ini tidak ditujukan untuk menyerang Partai Buruh, tetapi lebih kepada perbedaan pandangan mengenai perjuangan yang dianggap lebih relevan. “Kita tetap saling menghargai dan bersaudara, meskipun ada perbedaan pendapat,” ujarnya.

Dengan keputusan ini, Ferri Nuzarli dan anggota ORI berharap dapat menciptakan momentum baru dalam dunia politik Indonesia. Mereka percaya bahwa pengunduran diri ini akan membawa perubahan positif, baik untuk Partai Buruh maupun untuk organisasi-organisasi lain yang memiliki tujuan serupa.

Leave a Comment