Momen

Raisa tak Kuasa Tahan Air Mata – Kenang Sang Mendiang Ibu di Konser Love Let Go

Raisa Tak Kuasa Tahan Air Mata, Kenang Sang Mendiang Ibu di Konser Love & Let Go Raisa tak Kuasa Tahan Air Mata - Konser pembuka album Love & Let Go yang

Desk Momen
Published Juni 8, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Raisa Tak Kuasa Tahan Air Mata, Kenang Sang Mendiang Ibu di Konser Love & Let Go

Raisa tak Kuasa Tahan Air Mata –

Konser pembuka album Love & Let Go yang digelar di JICC, Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (6/6) lalu, menjadi momen berkesan bagi penyanyi berbakat Raisa. Dalam acara yang dihadiri ribuan penggemar, Raisa memilih lagu khusus untuk mengungkapkan perasaannya yang mendalam. Lagu tersebut, yang berjudul Lagu Untukmu, memiliki makna spesial bagi artis muda yang kini dikenal sebagai salah satu nama besar di industri musik Indonesia.

Momen emosional terjadi saat Raisa menyanyikan lagu tersebut di atas panggung. Rasa sedih dan kehilangan menghiasi wajahnya, hingga hampir tak bisa mengendalikan air mata. Momen ini dianggap sebagai titik puncak dari konser yang menampilkan berbagai hitsnya sepanjang kariernya. Di belakang panggung, layar videotron menayangkan kenangan-kenangan kebersamaan Raisa dengan sang ibu, Ria Mariaty, yang telah meninggal dunia.

Konser ini juga menjadi ajang perkenalan bagi vokal dan musik kolaboratif Raisa dengan Andi Rianto serta Magenta Orchestra. Kombinasi suara yang harmonis antara musisi-musisi ternama tersebut membuat suasana panggung lebih hidup, meski keterlibatan Raisa dengan kenangan masa lalu membuatnya terus menerus mengingat sosok yang telah pergi.

Dalam kesempatan itu, Raisa juga membagikan momen pribadi yang tak terlupakan. Ia mengubah sedikit lirik Lagu Untukmu menjadi Yaya rindu Ibu, dengan harapan menyampaikan rasa sayangnya kepada mendiang ibu. Bagi Raisa, lagu ini lebih dari sekadar musik; ia menjadi jembatan untuk mengungkapkan perasaan yang tak bisa diungkapkan lewat kata-kata.

Kebersamaan yang Terukir dalam Kenangan

Video yang diputar di layar videotron tidak hanya menampilkan potret Raisa bersama Ria Mariaty, tetapi juga peristiwa-peristiwa yang memperkuat ikatan antara ibu dan putrinya. Gambar-gambar yang terus berputar mencerminkan waktu dimana Raisa masih berada di bawah asuhan ibunya, mulai dari kecil hingga menjelma menjadi artis yang kini dikenal secara luas.

Raisa menyebutkan bahwa lagu tersebut mengingatkannya akan momen-momen spesial yang telah berlalu. “Aku merasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga,” ujarnya dalam wawancara eksklusif. “Kapanpun aku menyanyikan lagu ini, selalu ada kehangatan yang datang dari liriknya. Aku tahu Ibu pasti tersenyum melihat keberhasilanku hari ini.”

Usai lagu selesai dinyanyikan, Raisa memberi penjelasan mengenai penyesuaian lirik. “Ibu selalu menginspirasiku, bahkan sekarang. Aku tak bisa memikirkan lagu ini tanpa mengingat doa-doa dan bimbingannya,” tambahnya sambil berusaha menahan rasa sedih. Ia pun mengungkapkan kerinduan akan kehadiran sang ibu, terlebih saat ia sedang tampil di panggung.

Sebagai pembuka album Love & Let Go, konser ini tidak hanya menampilkan lagu-lagu yang dipilih Raisa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ia menggabungkan musik dengan emosi pribadi. Dengan suara bergetar, Raisa menyampaikan harapannya agar doa sang ibu tetap menyertai setiap langkahnya. “Aku merasa sedih, tapi juga bangga. Ibu pasti bangga melihat aku bisa menyampaikan perasaan ini kepada orang-orang yang datang,” katanya.

Konser ditutup dengan sebuah penampilan yang menggambarkan penghormatan Raisa terhadap sang mendiang ibu. Layar videotron menampilkan tulisan In Memoriam Ria Mariaty dan Vidi Aldiano, yang menjadi kenangan bersama bagi Raisa dan saudara kandungnya, Vidi Aldiano. Dengan penampilan yang profesional, Raisa tidak hanya membawa kebahagiaan kepada penonton, tetapi juga memastikan bahwa perasaan kehilangannya tetap terjaga meski di tengah sorak sorai penggemar.

Kerinduan yang Tersirat dalam Setiap Lagu

Konser yang berlangsung selama beberapa jam ini menghadirkan rangkaian lagu hits Raisa, mulai dari Usai di Sini, Terserah, Terjebak Nostalgia, hingga Apalah (Arti Menunggu). Setiap lagu yang dibawakan diiringi oleh musik yang memadukan nuansa emosional dengan keceriaan.

Dalam kesempatan itu, Raisa menjelaskan bahwa lagu-lagu tersebut tidak hanya merupakan bagian dari albumnya, tetapi juga cerminan dari perjalanan hidupnya. “Aku selalu merasa seperti berbicara langsung kepada Ibu saat menyanyikan lagu ini. Ibu adalah sumber inspirasiku, dan aku ingin semua yang aku lakukan hari ini bisa menjadi kenangan yang baik untuknya,” ujarnya.

Kerinduan kepada sang mendiang ibu terus terasa meski suasananya tetap penuh semangat. Raisa menekankan bahwa meskipun ia merasa sedih, ia juga bersyukur karena bisa mengungkapkan perasaan kehilangan tersebut di depan penonton. “Aku tahu Ibu tetap berada di sini, melalui doa dan lagu-lagu yang aku nyanyikan,” katanya dengan suara bergetar.

Konser ini juga menjadi momen untuk mengenang keduanya, Ria Mariaty dan Vidi Aldiano, yang pernah menjadi bagian dari kehidupan Raisa. Dengan dukungan dari Magenta Orchestra, Raisa memastikan bahwa konser ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan para penonton akan kekuatan cinta dan kehilangan yang tak pernah terlupakan.

Meski hari itu terasa berat, Raisa tetap berusaha menyampaikan pesan positif kepada para penggemarnya. Ia menjelaskan bahwa lagu-lagu yang dibawakannya adalah cara untuk terus mengingatkan orang-orang tercinta. “Ini adalah cara aku mencurahkan perasaan, bahkan jika air mata terus mengalir,” katanya.

Konser Love & Let Go di JICC sempat dihiasi suasana yang berbeda, sebab Raisa mampu menggabungkan musik yang hidup dengan momen-momen pribadi yang menyentuh. Dengan komposisi yang cerdas dan ekspresi yang tulus, ia membawa para penonton ke dalam dunia perasaan yang tak bisa terucapkan lewat kata-kata. Dalam kesempatan ini, Raisa bukan hanya menampilkan bakatnya sebagai penyanyi, tetapi juga menunjukkan bagaimana musik bisa menjadi media untuk mengenang dan mengungkapkan rasa sayang kepada orang yang telah pergi.

Penampilannya diiringi oleh musik yang mengalir lancar, dan kehadiran Magenta Orchestra membuat setiap lagu terasa lebih dalam. Raisa memberi penjelasan bahwa

Leave a Comment