Kkb

KKB Tembak Mati ASN Jayawijaya, Pelaku Malah Video Call Keluarga Korban Minta Pengakuan Merdeka

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Ponsel Korban Diduga Dipakai untuk Menghubungi Keluarga

Kitabersedekah.com – Penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya kembali menegaskan rapuhnya situasi keamanan di sejumlah wilayah pegunungan Papua. Tiga korban meninggal setelah diserang saat dalam perjalanan pulang menuju Wamena, usai menjalankan tugas penyaluran bantuan ternak bagi warga.

Korban terdiri atas Wili Mbuik (26), Aprida Rapi (49), dan Alfonsius Albinus Meha (35). Mereka sebelumnya menyalurkan bantuan ternak babi ke Kampung Kimbim, Distrik Asologaima. Dalam perjalanan, mereka melintas di sekitar Distrik Muliama ketika serangan terjadi.

Peristiwa tersebut memicu duka mendalam, terutama karena para korban sedang menjalankan pekerjaan pelayanan publik. Misi bantuan ternak yang mereka lakukan berkaitan langsung dengan kebutuhan warga, namun perjalanan pulang berubah menjadi tragedi yang merenggut tiga nyawa.

Evakuasi Jenazah Dilakukan Bertahap

Jenazah Wili Mbuik telah dievakuasi menuju Jayapura pada Kamis, 10 September 2026. Setelah tiba di Bandara Sentani, jenazahnya direncanakan diterbangkan lagi ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara itu, dua korban lain masih berada di Wamena. Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito, menyampaikan informasi mengenai posisi kedua jenazah tersebut.

“Sedangkan dua jenazah lainnya, yaitu Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Meha (35) masih berada di Wamena,”

Evakuasi korban menjadi bagian penting dari penanganan pascakejadian. Selain memastikan jenazah dapat diserahkan kepada keluarga, proses tersebut juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi petugas ketika harus bergerak di wilayah dengan risiko keamanan tinggi.

Penyelidikan Mengarah ke Kelompok Nduga

Aparat masih mendalami pelaku serangan terhadap ketiga ASN itu. Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dari Nduga. Identitas pihak yang bertanggung jawab tetap sedang dipastikan melalui proses penyelidikan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Polisi Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa penyidik belum menghentikan pendalaman perkara.

“Kami masih mendalami untuk memastikan siapa pelaku penembakan terhadap ketiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama,” tegas Kombes Yusuf.

Penanganan kasus ini tidak hanya menyangkut pencarian pelaku, tetapi juga perlindungan bagi petugas sipil yang menjalankan pelayanan di daerah-daerah yang rawan. ASN, tenaga kesehatan, guru, dan petugas lapangan sering kali menjalankan pekerjaan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Keselamatan mereka menjadi unsur penting agar pelayanan dasar tidak terganggu.

Video Call dari Ponsel Korban Memicu Kemarahan

Reaksi publik semakin keras setelah beredar rekaman panggilan video yang diduga dilakukan menggunakan telepon genggam milik Wili Mbuik. Dalam video berdurasi sekitar 50 detik itu, seorang pria berambut panjang terlihat menguasai perangkat korban dan berbicara kepada pihak keluarga.

Pria tersebut diduga merupakan salah satu pelaku penembakan. Rekaman itu menimbulkan kemarahan karena ponsel korban disebut dipakai untuk menghubungi keluarga yang tengah berduka. Selain panggilan video, akun Instagram milik Wili juga diduga digunakan untuk mengunggah Instagram Story.

Dalam percakapan WhatsApp yang beredar, pria itu melontarkan perkataan bernada mengejek kepada keluarga korban.

“Kau sudah makan? Tambah, mau tambah,”

Keluarga Wili kemudian memberikan respons tegas dan tidak mengikuti provokasi tersebut. Mereka mempertanyakan tindakan pelaku serta mengingatkan bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban.

“Nanti ada orang pergi cari kau (pelaku). Perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan di surga (akhirat),”

Penggunaan ponsel korban setelah pembunuhan memperdalam luka keluarga. Bagi keluarga yang kehilangan anggota tercinta, komunikasi semacam itu bukan sekadar tindakan tidak pantas, melainkan pengalaman traumatis yang memperberat masa berkabung.

Dalih Politik di Balik Kekerasan

Dalam rekaman tersebut, terduga pelaku juga mengaitkan korban dengan Presiden Prabowo. Ucapan itu muncul ketika keluarga meminta penjelasan atas alasan Wili ditembak.

“Kamu orang Presiden ini, orang Prabowo,”

Keluarga menolak tudingan itu dan kembali menekankan bahwa Wili adalah ASN yang sedang menjalankan tugasnya. Perwakilan keluarga mempertanyakan alasan pembunuhan terhadap seorang pegawai yang disebut tidak melakukan kesalahan.

“Anak saya salah apa kau bunuh, kau tembak?”

Pria dalam video lalu menjawab dengan dalih bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk mempercepat pengakuan kemerdekaan.

“Itukan supaya cepat pengakuan merdeka,”

Dalih tersebut tidak mengubah kenyataan bahwa tiga pekerja sipil kehilangan nyawa saat menjalankan misi pelayanan bagi masyarakat. Tragedi di Muliama juga memperlihatkan dampak langsung kekerasan terhadap warga dan aparatur yang bekerja di lapangan.

Kasus ini meninggalkan tuntutan besar agar pelaku segera diidentifikasi dan diproses. Pada saat yang sama, perlindungan perjalanan, komunikasi, serta pengamanan kegiatan pelayanan di wilayah rawan perlu terus menjadi perhatian agar tugas kemanusiaan dan pembangunan tidak kembali berujung pada kehilangan nyawa.

Frequently Asked Questions

What is KKB Tembak Mati ASN Jayawijaya Pelaku?

KKB Tembak Mati ASN Jayawijaya Pelaku is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KKB Tembak Mati ASN Jayawijaya Pelaku matter?

KKB Tembak Mati ASN Jayawijaya Pelaku matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *