Profil

Profil Komjen Dadang Hartanto: Profesor UMSU Kapolda Metro Jaya Baru!

codex-81741a3679e042359bd12497df7c679b

Komjen Dadang Hartanto Resmi Pimpin Polda Metro Jaya

Kitabersedekah.com – Komjen Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. mendapat amanah baru sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Kapolda Metro Jaya. Penugasan tersebut menempatkan perwira kelahiran Surabaya ini sebagai pimpinan kepolisian di wilayah metropolitan yang mencakup ibu kota dan kawasan sekitarnya.

Pengangkatan Dadang Hartanto tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026. Dalam mutasi tersebut, ia menggantikan Komjen Asep Edi Suheri, yang kemudian mengemban jabatan Inspektur Pengawasan Umum atau Irwasum Polri.

Penunjukan ini menjadi bagian dari rotasi jabatan strategis di lingkungan Korps Bhayangkara. Bersamaan dengan tugas barunya, Dadang Hartanto resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi, atau jenderal bintang tiga.

Perpaduan Pengalaman Lapangan dan Keilmuan

Dadang Hartanto dikenal memiliki perjalanan karier yang memadukan pengalaman operasional kepolisian dengan latar akademik. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 dan telah bertugas di sejumlah posisi yang berkaitan dengan kewilayahan, reserse, pembinaan sumber daya manusia, hingga pendidikan kepolisian.

Di bidang pendidikan, Dadang merupakan doktor lulusan Universitas Indonesia. Ia juga menyandang gelar Guru Besar dalam Ilmu Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Latar tersebut membuat perjalanan kariernya memiliki karakter tersendiri, karena ia tidak hanya menjalani penugasan kepolisian di lapangan, tetapi juga aktif dalam pengembangan pemikiran dan pendidikan institusi.

Pengalaman akademik dapat menjadi modal dalam memahami kebutuhan tata kelola organisasi, pelayanan publik, dan pengelolaan kebijakan. Sementara itu, riwayat tugasnya di berbagai daerah memberikan gambaran mengenai pengalamannya menghadapi dinamika keamanan serta ketertiban masyarakat dalam konteks yang berbeda-beda.

Sebagai Kapolda Metro Jaya, Dadang akan memimpin jajaran kepolisian di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang sangat padat. Wilayah ini memiliki pergerakan warga, kegiatan ekonomi, lalu lintas, serta agenda publik yang berlangsung secara intensif. Karena itu, kepemimpinan di Polda Metro Jaya memerlukan kemampuan mengoordinasikan pelayanan keamanan, penegakan hukum, dan pendekatan kewilayahan secara berkelanjutan.

Pernah Bertugas di Jakarta Pusat

Jakarta bukan wilayah yang sepenuhnya asing bagi Dadang Hartanto. Pada fase awal perjalanan dinasnya, ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Senen, Jakarta Pusat, pada 2005. Pengalaman tersebut membuatnya pernah bersentuhan langsung dengan karakter lingkungan perkotaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Penugasan sebagai Kapolsek Senen menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejak kewilayahannya. Jabatan kepolisian di tingkat sektor menuntut kedekatan dengan masyarakat sekaligus ketepatan dalam menangani persoalan keamanan sehari-hari. Pengalaman tersebut kini menjadi salah satu fondasi ketika ia kembali ke Jakarta dengan tanggung jawab yang jauh lebih luas.

Dalam perjalanan berikutnya, Dadang juga menjalankan tugas sebagai Kapolres Subang pada 2009 dan Kapolres Cianjur pada 2011. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wakapolrestabes Bandung pada 2012. Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan pengalamannya dalam memimpin satuan kepolisian di daerah dengan tantangan sosial dan geografis yang beragam.

Rekam Jejak Karier di Polri

Selain penugasan kewilayahan, Dadang Hartanto pernah menjalankan sejumlah posisi di lingkungan Markas Besar Polri. Ia pernah menjadi Pabungkol Spripim Polri, Sespri Kapolri pada 2012, serta Koorspripim Polri. Pada 2014, ia menjabat Assesor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri.

Ia juga pernah dipercaya sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri pada 2016. Posisi ini berkaitan dengan analisis kebijakan di bidang pidana ekonomi dan khusus. Setelah itu, ia kembali mendapat penugasan operasional sebagai Kapolrestabes Medan pada 2017.

Pada 2019, Dadang menjabat Karorenmin Bareskrim Polri. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Wakapolda Sumatera Utara. Pengalaman di Sumatera Utara menambah catatan kepemimpinannya pada tingkat kepolisian daerah, sebelum kemudian berkiprah di lembaga pendidikan Polri.

Sejak 2023, ia mengemban tugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri. Pada 2024, Dadang dipercaya memimpin Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian atau STIK Lemdiklat Polri sebagai ketuanya. Peran di bidang pendidikan ini menempatkannya dalam proses pembinaan calon dan perwira kepolisian melalui lingkungan akademik serta pengembangan profesionalisme.

Tantangan Baru di Wilayah Metropolitan

Amanah sebagai Kapolda Metro Jaya membawa tanggung jawab besar karena posisi tersebut berada di salah satu pusat aktivitas nasional. Kepolisian di wilayah ini berhadapan dengan kebutuhan menjaga ketertiban, memberikan layanan kepada masyarakat, serta mengelola situasi keamanan dalam lingkungan yang dinamis.

Pengalaman Dadang di bidang reserse, kepemimpinan kewilayahan, manajemen organisasi, dan pendidikan kepolisian menjadi bekal dalam menjalankan jabatan tersebut. Kenaikan pangkat menjadi Komjen juga mencerminkan tingkat tanggung jawab yang melekat pada penugasan barunya.

Dengan rekam jejak yang panjang sejak lulus Akpol pada 1994, Dadang Hartanto kini kembali bertugas di wilayah Jakarta dalam kapasitas tertinggi di Polda Metro Jaya. Perjalanan dari Kapolsek Senen hingga Kapolda Metro Jaya menunjukkan lintasan karier yang mencakup penugasan lapangan, fungsi strategis di Mabes Polri, serta dunia pendidikan kepolisian.

Frequently Asked Questions

What is Profil Komjen Dadang Hartanto?

Profil Komjen Dadang Hartanto is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Profil Komjen Dadang Hartanto matter?

Profil Komjen Dadang Hartanto matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *