Pramono

Latest Program: Pramono Beberkan Rencana Sekolah Rakyat Berasrama di Jakarta

karta Latest Program - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat komitmen dalam pengembangan Sekolah Rakyat sebagai upaya menjangkau lebih

Desk Pramono
Published Juli 4, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pramono Beberkan Rencana Sekolah Rakyat Berasrama di Jakarta

Latest Program – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat komitmen dalam pengembangan Sekolah Rakyat sebagai upaya menjangkau lebih banyak anak-anak dari keluarga ekonomi lemah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting untuk membuka peluang hidup yang lebih baik serta mengurangi ketimpangan antargenerasi. Ia menjelaskan, berbagai inisiatif pendidikan yang berpijak pada kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam program pembangunan daerah.

Pemprov DKI Jakarta Berkomitmen Tingkatkan Akses Pendidikan

Sebagai wujud dukungan tersebut, Pemprov DKI telah meluncurkan beberapa program yang menargetkan keluarga kurang mampu. Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026, yang disalurkan kepada 707.477 siswa. Selain itu, ada Program Pemutihan Ijazah Tahap I yang mencakup 2.026 peserta didik, serta Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang diberikan kepada 15.825 mahasiswa. Pramono menjelaskan, program-program ini bertujuan untuk memberikan peluang merata dalam pendidikan, terutama bagi mereka yang kurang beruntung secara ekonomi.

“Tidak ada yang boleh tertinggal dalam memperoleh manfaat pembangunan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membuka harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Pramono saat menghadiri acara Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Jumat (3/7).

Di samping itu, Pemprov DKI juga menjamin ketersediaan bantuan pendidikan untuk siswa di SRMA 10. Dalam kegiatan tersebut, 90 siswa tetap mendapatkan manfaat dari KJP Plus, menunjukkan bahwa program ini menjadi bagian integral dari strategi pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan belajar yang sama. Pramono menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi sarana untuk mengubah nasib generasi muda.

Pemprov DKI Perkuat Program Pendidikan

Pramono menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat memberikan ruang bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mengembangkan potensi diri. Ia menyampaikan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan, di mana bantuan pendidikan menjadi penentu utama dalam memperoleh kesempatan belajar. “Saya merasakan sendiri bagaimana pentingnya bantuan pendidikan. Jika dulu saya tidak mendapatkan beasiswa, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah,” katanya.

Dengan pengalaman itu, Pramono memahami betul bahwa pendidikan perlu didukung secara komprehensif. Selain bantuan biaya, ia menyoroti pentingnya lingkungan belajar yang kondusif untuk menumbuhkan karakter dan keterampilan siswa. Sekolah Rakyat, menurutnya, dirancang untuk menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk generasi yang mampu bersaing di era globalisasi.

Pemprov Siap Kaji Penyediaan Lahan

Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan langkah konkret untuk mengembangkan Sekolah Rakyat berasrama. Pramono menyatakan bahwa pihaknya siap mengevaluasi ketersediaan lahan dengan luas 5 hingga 8 hektare. Lahan ini diharapkan dapat digunakan untuk membangun sekolah yang mampu menampung sekitar 1.000 siswa di Jakarta.

Menurut Pramono, pendirian sekolah berasrama akan memberikan manfaat ganda. Selain menyediakan akses pendidikan yang lebih terjangkau, sekolah ini juga dapat mengurangi beban ekonomi keluarga dengan menyediakan fasilitas penginapan. “Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Pemprov DKI juga berencana untuk menyesuaikan kebutuhan sekolah berasrama dengan kondisi lokal. Pramono menyebutkan bahwa rencana ini akan dipertimbangkan secara matang, termasuk aspek keuangan, infrastruktur, dan kualitas pengajar. “Sekolah Rakyat harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan siswa secara holistik,” katanya.

Program Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan, yang merupakan bagian dari kebijakan nasional, diharapkan menjadi contoh sukses dalam mengubah nasib masyarakat. Dengan adanya fasilitas pendidikan yang lengkap, Pramono yakin bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu akan memiliki peluang yang sama dengan anak-anak dari keluarga berpenghasilan tinggi. “Ini adalah langkah nyata untuk memastikan pendidikan tidak hanya sebagai hak, tetapi juga sebagai kewajiban,” ujarnya.

Dukungan Pemprov DKI Jakarta juga mencakup pengelolaan program-program pendidikan yang berkelanjutan. Pramono menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperluas cakupan bantuan pendidikan, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai pihak. “Kolaborasi antarlembaga akan mempercepat realisasi Sekolah Rakyat, sehingga lebih banyak anak bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Sebagai penutup, Pramono mengingatkan bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Dengan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari sistem pendidikan, ia optimis bahwa Indonesia bisa menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berprestasi. “Sekolah Rakyat harus menjadi investasi yang tepat, karena berpengaruh langsung pada kualitas hidup anak-anak Indonesia,” pungkasnya.

Implementasi Program dan Harapan Masa Depan

Seiring dengan rencana pembangunan sekolah berasrama, Pemprov DKI Jakarta juga memperhatikan aspek kesejahteraan siswa. Pramono menyebutkan bahwa program ini akan diberikan secara berkelanjutan, dengan porsi bantuan pendidikan yang cukup untuk memastikan keberlanjutan. “Kami tidak hanya memberikan bantuan saat ini, tetapi juga berupaya agar program ini bisa bertahan jangka panjang,” katanya.

Dalam pembangunan Sekolah Rakyat, pemerintah juga mempertimbangkan peran masyarakat dan swasta. Pramono menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk orang tua, guru, dan pengusaha. “Sekolah Rakyat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kami berharap semua pihak bisa berkontribusi,” ujarnya.

Kebijakan ini juga sejalan dengan visi pembangunan kota Jakarta yang inklusif. Pramono berharap, dengan Sekolah Rakyat, semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari pembangunan

Leave a Comment