Inggris Tampil Dominan dan Menang 7-0 di Markas Kroasia
Kitabersedekah.com – Tim nasional Inggris melanjutkan performa meyakinkan di UEFA Nations League dengan kemenangan besar 7-0 atas Kroasia. Duel yang berlangsung di Stadion HNK Rijeka Dean Sculac pada Sabtu malam, 3 Oktober WIB, memperlihatkan dominasi penuh tim asuhan Thomas Tuchel sejak menit awal hingga peluit akhir.
Kemenangan tersebut membawa Inggris memimpin sementara klasemen Grup 3 Liga A. Mereka mengoleksi enam poin, setara dengan Spanyol yang baru memainkan dua pertandingan. Margin kemenangan di Rijeka juga memberi dorongan penting bagi kepercayaan diri Inggris dalam persaingan grup.
Empat Gol Inggris Sebelum Jeda
Kroasia tampil di hadapan publik sendiri dengan formasi 4-2-3-1, sama seperti susunan yang digunakan Inggris. Namun, upaya tuan rumah untuk memberikan tekanan tidak berjalan lama. Inggris langsung menunjukkan kualitas individu dan organisasi permainan yang lebih rapi.
Gol pembuka hadir ketika pertandingan baru berjalan delapan menit. Jude Bellingham mengirimkan bola kepada Harry Kane di area penalti, lalu sang penyerang menyelesaikan peluang tersebut untuk membawa Inggris unggul 1-0.
Keunggulan cepat membuat Inggris semakin berani menekan. Kroasia kesulitan membangun serangan dari lini belakang karena para pemain Inggris terus menutup ruang dan merebut bola di wilayah lawan.
Pada menit ke-21, Bellingham ikut mencatatkan namanya di papan skor. Anthony Gordon memberikan umpan di dalam kotak penalti dan Bellingham memanfaatkannya dari jarak dekat. Inggris pun memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Serangan Inggris tidak berhenti di sana. Jarell Quansah mengirimkan umpan silang yang diselesaikan Gordon pada menit ke-39 untuk gol ketiga. Menjelang turun minum, tepat pada menit ke-45, Bukayo Saka mencetak gol setelah menerima umpan dari Bellingham.
Empat gol tanpa balas pada babak pertama menjadi gambaran jelas mengenai sulitnya Kroasia mengimbangi ritme permainan Inggris. Sementara lini depan Inggris efektif memanfaatkan peluang, tuan rumah tidak mampu menemukan celah berarti menuju gawang Jordan Pickford.
Perubahan Kroasia Belum Mengubah Situasi
Slaven Bilic mencoba mengubah arah pertandingan setelah jeda. Ia memasukkan tiga pemain sekaligus: Igor Matanovic, Mario Pasalic, dan Nikola Vlasic. Martin Baturina, Petar Sucic, serta Petar Musa ditarik keluar.
Pergantian tersebut belum cukup untuk memulihkan kontrol Kroasia. Inggris tetap mampu mengatur tempo, mempertahankan penguasaan permainan, dan membuat tuan rumah kesulitan menciptakan tekanan berkelanjutan.
Gol kelima Inggris datang pada menit ke-53. Kane menerima umpan dari Elliot Anderson dan kembali menuntaskan kesempatan dengan baik. Gol itu menjadi koleksi kedua Kane dalam pertandingan tersebut sekaligus mempertegas ketajaman Inggris di lini depan.
Kroasia kemudian kembali mendapat masalah pada menit ke-68. Sebuah kesalahan di lini belakang membuat bola direbut pemain Inggris, lalu situasi itu berakhir dengan gol kedua Saka. Skor 6-0 membuat laga praktis tidak lagi menyisakan ruang bagi Kroasia untuk membalikkan keadaan.
Pesta gol ditutup pada menit ke-87 oleh Morgan Rogers. Pemain pengganti itu menyambut assist ketiga Bellingham dalam laga ini untuk memastikan kemenangan 7-0 bagi Inggris.
Bellingham Jadi Penggerak Serangan
Selain dua gol Kane dan dua gol Saka, kontribusi Bellingham menjadi salah satu sorotan utama. Ia mencetak satu gol serta menorehkan tiga assist, termasuk umpan untuk Kane pada gol pembuka dan Rogers pada menit-menit akhir.
Gordon juga memberi dampak besar dengan satu gol dan satu assist. Quansah berkontribusi melalui umpan silang untuk gol Gordon, sedangkan Anderson membantu Kane mencetak gol keduanya. Kemenangan ini menunjukkan Inggris tidak hanya mengandalkan satu pemain dalam membangun serangan.
Bagi Kroasia, kekalahan telak tersebut menjadi hasil yang berat di kandang sendiri. Mereka sempat berupaya merespons melalui perubahan pemain pada awal paruh kedua, tetapi ketertinggalan empat gol membuat tugas mereka terlalu sulit. Inggris justru tetap agresif dan disiplin hingga akhir pertandingan.
Susunan Pemain
Kroasia menggunakan formasi 4-2-3-1: Dominik Livakovic; Ivan Perisic, Josko Gvardiol, Luka Vuskovic, Josip Stanisic yang digantikan Josip Sutalo pada menit ke-76; Mateo Kovacic, Luka Modric yang digantikan Kristijan Jakic pada menit ke-57; Martin Baturina yang digantikan Nikola Vlasic pada menit ke-46, Petar Sucic yang digantikan Mario Pasalic pada menit ke-46, Franjo Ivanovic; serta Petar Musa yang digantikan Igor Matanovic pada menit ke-46. Slaven Bilic menjadi pelatih Kroasia.
Inggris juga memakai formasi 4-2-3-1: Jordan Pickford; Lewis Hall yang digantikan Myles Lewis-Skelly pada menit ke-79, Marc Guehi, Ezri Konsa, Jarell Quansah; Elliot Anderson yang digantikan Morgan Gibbs-White pada menit ke-79, Alex Scott yang digantikan James Garner pada menit ke-70; Anthony Gordon yang digantikan Eberechi Eze pada menit ke-70, Jude Bellingham, Bukayo Saka; serta Harry Kane yang digantikan Morgan Rogers pada menit ke-70. Thomas Tuchel memimpin skuad Inggris.
Dengan enam poin di Grup 3 Liga A, Inggris kini memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan perjalanan mereka di UEFA Nations League. Kemenangan besar atas Kroasia bukan hanya soal skor, melainkan juga bukti bahwa mereka mampu menjaga intensitas permainan, memaksimalkan peluang, dan tetap produktif meski melakukan sejumlah pergantian pemain.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Hasil Nations League?
Hasil Nations League is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Hasil Nations League matter?
Hasil Nations League matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

