Hat-Hati, Rekayasa Lawan Arah Tol Japek KM 23-28 Arah Cikampek Berlaku Hingga Besok
New Policy – MerahPutih.com – Kebijakan rekayasa lalu lintas berupa contraflow telah dijalankan oleh PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bekerja sama dengan pihak kepolisian di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek (Japek), tepatnya pada ruas yang mengarah ke Cikampek, mulai dari kilometer 23 hingga kilometer 28. Rekayasa ini diterapkan sejak dini hari Kamis (25/6) sebagai upaya memastikan arus kendaraan tetap lancar meski sedang dilakukan pekerjaan pemeliharaan jalan.
Dary Achmad Budi, Pgs Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, mengatakan bahwa penerapan sistem contraflow dilakukan secara situasional, tergantung pada volume lalu lintas di lapangan. “Kebijakan ini dirancang untuk menjaga efisiensi alur kendaraan, terutama di area yang sedang mengalami perbaikan,” jelasnya saat memberikan keterangan di Bekasi, Kamis (25/6). Menurut Dary, pengaturan jalur secara dinamis diperlukan agar pengguna jalan tidak mengalami gangguan berlebihan selama proses perbaikan berlangsung.
Fokus Perbaikan di KM 26
Pekerjaan pemeliharaan yang sedang dijalankan terutama menargetkan area sekitar kilometer 26, yang merupakan titik kritis di arah Cikampek. Lokasi ini diketahui rawan kemacetan karena volume kendaraan yang tinggi, terutama saat jam sibuk. Dary menjelaskan bahwa konstruksi di titik tersebut berupa perbaikan infrastruktur yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas permukaan jalan dan memastikan keandalan operasional tol.
Berdasarkan laporan dari Antara, proyek perbaikan jalan tersebut diperkirakan akan selesai pada Jumat (26/6). Selama masa pengerjaan, operator Tol Japek mengakui adanya perubahan arah aliran kendaraan di sejumlah titik. “Pemantauan terus dilakukan secara intensif, dengan penyesuaian arus lalu lintas sesuai kebutuhan,” tambah Dary. Dengan begitu, pengguna jalan bisa mengantisipasi gangguan dan memilih jalur alternatif yang lebih efektif.
Rekayasa contraflow ini diterapkan untuk mengurangi risiko penumpukan kendaraan di sekitar titik KM 26. Kebijakan ini juga mencakup pembatasan akses ke beberapa lajur, dengan pengalihan arus lalu lintas ke jalur lain agar tidak mengganggu kecepatan rata-rata. Meski terkesan merepotkan, Dary menegaskan bahwa ini merupakan langkah wajib untuk menjaga kestabilan operasional jalan tol dalam kondisi perbaikan.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
PT JTT memberikan pesan kepada seluruh pengguna jalan agar lebih waspada dan beradaptasi dengan perubahan arah aliran. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama penerapan rekayasa ini,” ujar Dary. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kesabaran dan kerja sama dalam mendukung program pengembangan infrastruktur jalan tol.
Dalam rangka meminimalkan risiko keterlambatan, Dary menyarankan pengguna jalan untuk mengatur jadwal perjalanan mereka agar tidak terjebak dalam antrian. Selain itu, pengendara diingatkan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum memasuki area rekayasa. “Pemeriksaan terhadap sistem elektronik pembayaran juga penting, karena sisa saldo bisa menjadi faktor gangguan jika tidak cukup,” tambahnya.
Rekayasa contraflow ini diperkirakan akan berlangsung hingga besok, Jumat (26/6), sehingga pengguna jalan perlu mempersiapkan diri dengan lebih matang. Dary juga mengimbau agar pengendara tetap mematuhi arahan petugas di lapangan dan menjaga konsentrasi saat berkendara. “Kebiasaan mengikuti sinyal lalu lintas dan menjaga jarak antar kendaraan akan meminimalkan risiko kecelakaan,” ujarnya.
Alternatif dan Pemantauan Terkini
Untuk mengatasi kekacauan lalu lintas akibat rekayasa contraflow, PT JTT menyarankan pengguna jalan mencari alternatif rute. Beberapa jalur seperti Jalan Raya Cikarang atau Jalan Tol Jakarta-Bekasi (Jabbe) bisa menjadi pilihan jika kondisi di Japek terasa lebih padat. Selain itu, Dary mengingatkan bahwa informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dapat diperoleh melalui aplikasi Travoy atau layanan One Call Center Jasa Marga 133.
Menurut Dary, pihaknya terus memantau kondisi jalan dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyesuaikan kebijakan rekayasa secara real-time. “Pembaruan terhadap arah aliran kendaraan bisa berubah setiap saat, tergantung pada tingkat kepadatan di lapangan,” jelasnya. Kebijakan ini juga dilengkapi dengan pemasangan papan pengumuman di sepanjang Tol Japek untuk memudahkan pengendara dalam memahami arah yang diterapkan.
Dary Achmad Budi menegaskan bahwa perbaikan jalan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur nasional. “Jalan tol adalah salah satu sarana transportasi paling strategis di Indonesia, dan kita perlu memastikan keandalannya terus terjaga,” tuturnya. Dengan adanya rekayasa contraflow, diharapkan gangguan jangka pendek tidak mengganggu fungsi utama jalan tol sebagai akses utama bagi masyarakat.
Rekayasa lalu lintas ini tidak hanya berdampak pada pengendara di wilayah Jabodetabek, tetapi juga melibatkan penduduk sekitar Cikampek. Pemeliharaan di KM 26 menjadi fokus utama karena area tersebut sering menjadi titik kumpul kendaraan yang memasuki dan keluar dari tol. Dary menjelaskan bahwa selama perbaikan, kecepatan rata-rata kendaraan di sekitar titik tersebut akan turun sekitar 20-30 persen, sehingga pengguna jalan perlu bersabar dan mengatur pola perjalanan mereka dengan lebih baik.
Pemeliharaan jalan tol Jakarta-Cikampek juga dilakukan secara berkala untuk mencegah kerusakan yang lebih serius. Dary menyebutkan bahwa perbaikan di KM 26 melibatkan pembersihan lapisan aspal, penggantian peralatan tata kota, dan pemeriksaan keselamatan seperti lampu jalan dan marka jalan. “Kita perlu memastikan bahwa semua elemen jalan tetap berfungsi optimal, terutama sebelum musim liburan atau arus mudik,” tegasnya.
Dary menegaskan bahwa kebijakan ini hanya sementara dan akan dihent