Hoaks

Special Plan: HOAKS atau FAKTA Prabowo Larang Rakyat Demo Kenaikan BBM Jenis Pertamax

Hoaks atau Fakta: Prabowo Larang Demo Kenaikan BBM Pertamax Special Plan - Sebuah narasi viral yang menyebarkan klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto

Desk Hoaks
Published Juni 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Hoaks atau Fakta: Prabowo Larang Demo Kenaikan BBM Pertamax

Special Plan – Sebuah narasi viral yang menyebarkan klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah untuk melarang warga menggelar aksi unjuk kekuatan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax tengah menjadi perbincangan hangat. Konten tersebut diunggah oleh akun TikTok bernama “TENTANG MEDIA,” yang menarik perhatian ratusan ribu pengguna. Menurut laporan, unggahan ini telah ditonton lebih dari 53.000 kali, mendapat 270 likes, serta dibagikan sebanyak 40 kali dalam waktu singkat. Meski tidak diketahui pasti waktu tepatnya, klaim ini mencoba menegaskan bahwa ada upaya pengendalian kebijakan oleh pemerintah dalam konteks kenaikan BBM.

Klaim yang Viral

Konten TikTok tersebut menyajikan narasi yang mengatakan, “Pertamax 92 naik 16.250, rakyat dilarang berdemo TNI Polri pastikan rakyat harus tunduk pada pemerintah.” Dalam video, diceritakan bahwa Prabowo melarang adanya aksi demonstrasi terkait kenaikan harga BBM dan memastikan bahwa warga tidak akan diperbolehkan menolak kebijakan pemerintah. Selain itu, narasi menyebut bahwa aparat keamanan, seperti TNI dan Polri, mengambil peran untuk memastikan para pendemo tidak melawan pemerintah. Beberapa pengguna media sosial menanggap pernyataan ini sebagai bentuk penegakan disiplin atau pengendalian massa.

“Prabowo melarang adanya demo, TNI Polri pastikan para pendemo tidak akan selamat jika melawan pemerintah,”

Klaim ini segera menyebar, dengan alasan bahwa kenaikan harga BBM Pertamax dinilai sebagai pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, Mafindo (Tim Pemeriksa Fakta) memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Proses ini mencakup analisis terhadap sumber yang kredibel dan perbandingan dengan data resmi.

Proses Pemeriksaan Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo, yang dikenal sebagai TurnBackHoax, melakukan investigasi terhadap klaim tersebut. Mereka memasukkan kata kunci “prabowo melarang demonstrasi setelah harga bbm naik” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid yang membenarkan pernyataan bahwa Prabowo secara resmi melarang demo terkait kenaikan harga BBM Pertamax. Semua sumber berita yang dipertimbangkan, seperti portal berita nasional dan media online, tidak menyebut adanya larangan demo tersebut.

Selain itu, tim juga memeriksa foto dalam unggahan TikTok menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa gambar yang digunakan dalam video tersebut sebenarnya berasal dari sebuah berita di antaranews.com pada Kamis (16/1/2025). Artikel ini menjelaskan bahwa Prabowo sedang memberikan tanggapan terhadap wacana penggunaan dana zakat untuk pembiayaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam acara Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia di Jakarta. Dalam konteks tersebut, Prabowo tidak menyebutkan larangan demonstrasi, melainkan fokus pada masalah zakat dan MBG.

Konteks Foto dan Perkembangan Informasi

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa foto dalam video TikTok diambil dalam momen Prabowo sedang menjawab pertanyaan dari wartawan setelah menghadiri acara pada 16 Januari 2025. Gambar tersebut menampilkan Prabowo berdiri di depan mikrofon, dengan sejumlah peserta acara di sekitarnya. Dalam foto itu, tidak ada indikasi bahwa Prabowo melarang warga berdemo, melainkan fokus pada penyampaian jawaban terhadap pertanyaan mengenai penggunaan dana zakat.

Kemudian, tim Mafindo memverifikasi kembali apakah ada sumber lain yang mendukung klaim tersebut. Penelusuran terhadap berita resmi, keterangan pihak TNI-Polri, serta pengumuman pemerintah terkait kenaikan harga BBM tidak menemukan bukti bahwa Prabowo memberikan perintah larangan demo. Informasi tentang kenaikan harga BBM Pertamax justru disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan penjelasan bahwa kebijakan tersebut diambil berdasarkan perhitungan biaya produksi dan harga internasional.

Kesimpulan

Setelah melakukan investigasi menyeluruh, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo memastikan bahwa klaim “Prabowo melarang demo kenaikan harga BBM Pertamax” adalah konten palsu (fabricated content). Dalam penelusuran yang berlangsung sejak 15 Juni 2025, tidak ada bukti yang mengonfirmasi bahwa Prabowo secara langsung melarang aksi unjuk kekuatan. Selain itu, konteks foto dalam video TikTok jelas menunjukkan bahwa kejadian tersebut terjadi dalam rangka diskusi mengenai zakat dan MBG, bukan sebagai larangan demonstrasi.

Klaim ini kemungkinan besar disusun untuk memperkuat persepsi bahwa pemerintah melakukan tekanan terhadap warga. Meskipun ada aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat sebagai protes kenaikan harga BBM, tidak ada indikasi bahwa Prabowo memberikan instruksi resmi untuk melarangnya. Fakta ini penting untuk mencegah penyebaran informasi yang bisa memengaruhi opini publik secara tidak tepat.

Sebagai langkah pencegahan, Mafindo mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam mengecek kebenaran berita sebelum menyebarkan atau mempercayai secara penuh. Konten viral ini menjadi contoh bagaimana informasi bisa disalahartikan atau disusun ulang untuk menyesuaikan dengan tujuan tertentu. Dengan memahami konteks asli dan sumber informasi, masyarakat dapat membedakan antara hoaks dan fakta, serta menghindari penyebaran berita yang tidak akurat.

Leave a Comment