Khuat Van Khang, Pemain Ketiga yang Harus Keluar dari Timnas Vietnam Jelang Piala AFF 2026

Khuat Van Khang Pemain Ketiga yang Harus Meninggalkan Timnas Vietnam

Khuat Van Khang Pemain Ketiga – Skad nasional Vietnam sedang mengalami perubahan signifikan menjelang ajang bergengsi ASEAN Championship 2026. Dalam perkembangan terbaru, gelandang muda Khuat Van Khang Pemain Ketiga yang harus keluar dari tim nasional karena cedera yang tidak kunjung membaik. Setelah menjalani pemusatan latihan intensif di Korea Selatan, keputusan strategis ini diambil oleh pelatih Kim Sang-sik untuk memastikan kondisi optimal seluruh pemain.

Kehadiran Van Khang di skuad Vietnam selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam strategi permainan tim. Namun, kondisi fisiknya yang belum pulih sepenuhnya memaksa pelatih mengambil langkah tegas. Pemain berusia dua puluhan tahun ini akan melanjutkan proses pemulihan di lingkungan klubnya, sehingga tidak dapat mengikuti turnamen regional yang akan menjadi momen krusial bagi Vietnam untuk membuktikan dominasinya di tingkat ASEAN.

Tiga Pemain Kunci Mengalami Cedera Serentak

Kehilangan Van Khang bukanlah satu-satunya perubahan dalam persiapan skuad Vietnam. Sebelumnya, tim nasional telah kehilangan dua pemain lainnya akibat masalah cedera yang serupa. Bek andalan Do Duy Manh dan Le Ngoc Bao juga memutuskan untuk pulang ke klub mereka masing-masing. Keduanya mengalami cedera yang membutuhkan perhatian lebih intensif dari tim medis nasional.

Kondisi ini memaksa pelatih Kim Sang-sik untuk melakukan penyesuaian pada komposisi skuad secara menyeluruh. Salah satu solusi yang dipilih adalah mendatangkan bek muda berbakat bernama Khong Minh Gia Bao. Pemain dari Ho Chi Minh City Police FC ini dipilih karena memiliki potensi yang cukup menjanjikan dan pengalaman bermain yang relevan dengan kebutuhan tim nasional.

Ini bukan penampilan pertama Gia Bao untuk tim nasional Vietnam. Sebelumnya, ia dipanggil oleh pelatih Kim Sang Sik selama pemusatan latihan November 2025 sebagai persiapan untuk pertandingan melawan Laos di kualifikasi Piala Asia 2027. Pengalaman bekerja sama dengan staf pelatih akan membantu bek Ho Chi Minh City Police FC ini untuk cepat berintegrasi dan beradaptasi dengan tim.

Proses Persiapan Berlanjut di Tanah Air

Setelah menyelesaikan fase pemusatan latihan di Korea Selatan, Timnas Vietnam melanjutkan persiapan mereka di Hanoi. VFF melaporkan bahwa seluruh proses latihan masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Para pemain tampak fokus dan siap menghadapi tantangan berikutnya dalam perjalanan menuju ASEAN Championship 2026.

Pada Kamis sore tanggal 16 Juli, Golden Star Warriors menjalani sesi latihan terakhir mereka di Pusat Pelatihan Sepak Bola Pemuda Vietnam. Lokasi ini menjadi tempat yang strategis bagi tim untuk melakukan penyesuaian akhir sebelum melakukan perjalanan. Keesokan harinya, Jumat 17 Juli, tim akan berangkat ke Thai Nguyen pada pagi hari. Tujuan utama perjalanan ini adalah untuk mengikuti pertandingan persahabatan internasional melawan Myanmar yang dijadwalkan pada hari berikutnya.

Jadwal dan Tantangan di ASEAN Championship 2026

Vietnam ditempatkan di Grup A bersama empat negara lain dalam turnamen ini. Selain Indonesia dan Singapura, Vietnam juga akan menghadapi Kamboja serta Timor Leste dalam putaran grup. Jadwal pertandingan dimulai dengan laga tandang melawan Timor Leste pada 24 Juli di Stadion Chonburi, Thailand. Pemilihan lokasi ini menunjukkan fleksibilitas dalam penyelenggaraan turnamen regional.

Setelah itu, Vietnam akan memainkan laga kandang melawan Singapura pada 31 Juli. Pertandingan berikutnya akan menjadi momen yang ditunggu-tunggu, yaitu ketika Vietnam dijamu oleh Indonesia pada 3 Agustus. Turnamen ini akan menjadi ujian nyata bagi Vietnam, terutama dengan adanya perubahan komposisi skuad akibat cedera beberapa pemain kunci termasuk Khuat Van Khang Pemain Ketiga.

Kehilangan Van Khang, Do Duy Manh, dan Le Ngoc Bao tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim nasional. Namun, kehadiran pemain baru seperti Khong Minh Gia Bao diharapkan dapat memberikan energi segar bagi tim. Pelatih Kim Sang-sik diyakini mampu mengoptimalkan potensi yang ada untuk meraih hasil terbaik di turnamen ini, meskipun harus beradaptasi dengan perubahan signifikan dalam skuad utamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *