Legislator

Latest Program: Legislator Minta Tata Kelola Dukungan Atlet Dievaluasi

Amure Soroti Masalah Dukungan Pemerintah bagi Atlet Prestasi Latest Program - Anggota DPR RI dari Komisi X, Andi Muawiyah Ramly, atau yang lebih dikenal

Desk Legislator
Published Juli 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Amure Soroti Masalah Dukungan Pemerintah bagi Atlet Prestasi

Latest Program – Anggota DPR RI dari Komisi X, Andi Muawiyah Ramly, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Amure, menyampaikan rasa prihatinnya setelah mendengar langsung dari atlet panjat tebing nasional, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Sang atlet mengungkapkan bahwa ia merasa kurang mendapat bantuan yang layak dari pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga, ketika berpartisipasi dalam kompetisi panjat tebing tingkat dunia di Krakow, Polandia. Hal ini sungguh ironis mengingat Desak Made Rita justru berhasil membawa pulang medali emas untuk Indonesia dalam kompetisi bergengsi tersebut. Prestasi gemilang tersebut seharusnya menjadi momen kebanggaan nasional, namun sayangnya dibayangi oleh masalah dukungan yang kurang memadai. Latest Program ini menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem dukungan atlet di Indonesia.

Perasaan Miris dan Malu dari Legislator

Amure secara terbuka mengakui perasaannya yang terharu sekaligus malu saat mendengar pengakuan langsung dari sang atlet. Menurutnya, sangat menyedihkan ketika seorang atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional justru merasa minim mendapat perhatian dari pemerintah.

“Saya jujur ikut merasa miris sekaligus malu mendengar pengakuan Desak Made. Atlet yang membawa nama baik bangsa di panggung dunia justru mengaku minim dukungan. Ini menjadi tamparan keras. Ada yang harus segera dibenahi dalam tata kelola olahraga nasional,” kata Amure di Jakarta, Rabu (8/7).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Latest Program perlu menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan di bidang olahraga.

Efisiensi Anggaran Bukan Alasan Utama

Menurut pandangan Amure, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak seharusnya dijadikan alasan utama untuk mengurangi tingkat dukungan terhadap para atlet. Para atlet yang sedang berjuang keras mengharumkan nama Indonesia di level internasional layak mendapatkan perhatian lebih, bukan justru dikurangi. Pendiri Partai Kebangkitan Bangsa tersebut meyakini bahwa pemerintah masih memiliki berbagai alternatif untuk memastikan kebutuhan para atlet tetap terpenuhi, meskipun berada dalam situasi keterbatasan anggaran.

“Apa susahnya pemerintah menggandeng sponsor? Banyak cara yang bisa dilakukan. Kemenpora bisa membangun kolaborasi dengan BUMN, dunia usaha, maupun sektor swasta yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga nasional. Problem utamanya bukan semata-mata anggaran, melainkan ada pada kemauan untuk mencari solusi dan membangun kemitraan yang kuat demi kepentingan atlet,” ujarnya.

Latest Program ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.

Atlet Sebagai Aset Bangsa

Amure menekankan bahwa para atlet merupakan aset berharga bangsa yang harus mendapatkan dukungan penuh dari berbagai aspek. Mulai dari pembinaan, pendanaan, hingga penyediaan fasilitas selama mengikuti berbagai kejuaraan internasional, semuanya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Legislator ini berharap agar evaluasi menyeluruh segera dilakukan oleh pihak terkait. Tujuannya adalah agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan tidak mengganggu semangat para atlet Indonesia dalam mengejar prestasi-prestasi dunia di masa mendatang. Latest Program ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem yang ada.

Keberhasilan di Balik Masalah Dukungan

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil menyabet medali emas pada nomor speed putri dalam ajang World Climbing Series 2026 yang berlangsung di Krakow, Polandia. Namun, di balik keberhasilan luar biasa tersebut, atlet asal Bali ini mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah menjelang keberangkatannya sangat minim.

“Sebenarnya sebelum saya datang ke Krakow, kami memiliki masalah karena pemerintah tidak mendukung kami. Sekarang saya berharap pemerintah selalu mendukung kami untuk kompetisi berikutnya,” ujar Desak Made Rita seperti dikutip dalam video yang diunggah akun X Dzikry Al Ghazaly, Senin (6/7).

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional. Dukungan yang memadai bukan hanya soal anggaran, tetapi juga tentang kemauan untuk mencari solusi kreatif dan membangun kemitraan yang berkelanjutan demi kemajuan atlet-atlet Indonesia. Latest Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal perubahan yang lebih baik.

Rekomendasi untuk Masa Depan

Amure juga memberikan beberapa rekomendasi konkret untuk meningkatkan kualitas dukungan terhadap atlet Indonesia ke depannya. Pertama, diperlukan transparansi dalam alokasi anggaran olahraga agar setiap rupiah dapat digunakan secara optimal. Kedua, pemerintah perlu membentuk tim khusus yang bertugas memantau kebutuhan atlet secara berkala. Ketiga,Latest Program ini juga menyarankan agar sistem evaluasi dilakukan secara rutin setiap tahun. Dengan demikian, masalah seperti yang dialami Desak Made Rita dapat dicegah sejak dini.

Leave a Comment