Mrt

Visit Agenda: MRT Jakarta Teken Kontrak AFC Fase 2A Senilai Rp 341,5 Miliar

MRT Jakarta Teken Kontrak AFC Fase 2A Senilai Rp 341,5 Miliar Visit Agenda - Dalam berita terbaru dari MerahPutih.com, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah secara

Desk Mrt
Published Juni 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

MRT Jakarta Teken Kontrak AFC Fase 2A Senilai Rp 341,5 Miliar

Visit Agenda – Dalam berita terbaru dari MerahPutih.com, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah secara resmi menandatangani kontrak kerja sama pembangunan sistem pengumpulan tarif otomatis atau automatic fare collection (AFC) untuk proyek Fase 2A Lin Utara-Selatan MRT Jakarta. Kontrak ini menjadi bagian kunci dari upaya memperluas jaringan transportasi perkotaan modern di wilayah Kota. Penandatanganan dilakukan di bawah pengawasan tim proyek, dengan melibatkan beberapa pihak terkait yang berperan penting dalam proses implementasi teknologi tersebut.

Kemitraan Penting dalam Proyek Strategis

Kerja sama ini dinyatakan melalui penandatanganan kontrak paket pekerjaan CP207 Fase 2A Lin Utara-Selatan, yang bertujuan meningkatkan kinerja operasional dan kenyamanan pengguna transportasi MRT. Dalam acara penandatanganan, hadir Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina, serta perwakilan dari dua perusahaan asing, yaitu Hitachi Rail Hong Kong Limited dan Sumitomo Corporation Consortium. Perwakilan Hitachi Rail adalah Nicolas Rabat, sementara dari Sumitomo Corporation hadir Tsuyoshi Nakamura. Hadirnya para pihak tersebut menegaskan kolaborasi internasional dalam membangun infrastruktur transportasi yang mutakhir.

Menurut Tuhiyat, Direktur Utama PT MRT Jakarta, penandatanganan kontrak ini merupakan milestone penting dalam proses pengembangan jaringan MRT. Ia menyatakan bahwa sistem AFC akan menjadi pilar utama dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih optimal bagi masyarakat. “Komitmen dari pemerintah pusat, pemerintah Jepang, serta lembaga seperti JICA sangat berpengaruh dalam mendorong proyek ini,” kata Tuhiyat, Senin (8/6). Ia juga menekankan peran sistem AFC dalam mewujudkan integrasi transportasi publik yang lebih cepat dan efisien.

Manfaat Sistem AFC untuk Kota Jakarta

Sistem AFC, yang merupakan technical infrastructure kritis, dirancang untuk mempermudah proses pembayaran tiket di seluruh koridor MRT Jakarta. Sistem ini akan mencakup perangkat keras seperti terminal pembayaran, kartu perjalanan digital, dan integrasi data tarif secara real-time. Dengan adanya teknologi ini, pengguna dapat mengakses layanan transportasi secara lebih cepat dan mengurangi antrian di stasiun. Selain itu, AFC juga dirancang untuk mendukung ekspansi jaringan ke daerah-daerah yang belum terjangkau sebelumnya.

“Kemitraan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memastikan pengalaman perjalanan yang lebih inklusif dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Nicolas Rabat, Director and CEO Hitachi Rail Hong Kong Limited. Ia menambahkan bahwa perusahaan sangat bangga dapat bekerja sama dengan PT MRT Jakarta dalam menerapkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan transportasi masa depan.

Rabat menjelaskan bahwa sistem AFC akan menjadi fondasi untuk ekosistem mobilitas perkotaan yang lebih terhubung. “Teknologi ini memungkinkan pengguna mengakses layanan dengan cara yang lebih cerdas, baik melalui aplikasi ponsel maupun perangkat fisik di stasiun,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta, khususnya dalam mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Detail Kontrak dan Target Progres

Nilai kontrak untuk paket pekerjaan CP207 mencapai sekitar Rp 341,5 miliar. Dalam kontrak tersebut, terdapat tanggung jawab untuk merancang, memproduksi, mengirimkan, dan menginstal sistem AFC secara menyeluruh. Tujuan utama dari kontrak ini adalah memastikan sistem tersebut dapat beroperasi secara optimal dalam mendukung kebutuhan transportasi umum di Fase 2A.

Pembangunan Fase 2A Lin Utara-Selatan MRT Jakarta hingga 25 Mei 2026 telah mencapai 60,80 persen, melebihi target yang ditetapkan sebesar 59,70 persen. Hal ini menunjukkan kecepatan kerja yang signifikan di tengah tantangan logistik dan teknis yang kompleks. Tuhiyat menyampaikan bahwa progres ini menjadi indikator positif bahwa proyek akan selesai sesuai jadwal. “Kami percaya bahwa Fase 2A akan selesai secara menyeluruh pada 2027, dengan segmen pertama rute Bundaran HI-Monas menjadi fokus utama,” ujarnya.

Segmen kedua, yang menghubungkan jalur hingga kawasan Kota, diperkirakan selesai pada 2029. Dengan pembangunan ini, MRT Jakarta akan melengkapi jaringan transportasi massal yang menjangkau lebih banyak warga. “Kemitraan dengan perusahaan internasional memberikan kelebihan dalam penerapan standar teknis terbaik, termasuk keamanan dan keandalan sistem,” tambah Tuhiyat.

Perspektif Teknis dan Aplikasi di Masa Depan

Sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur, sistem AFC juga dirancang untuk terintegrasi dengan transportasi umum lainnya, seperti bus dan angkutan rel. Integrasi ini akan memudahkan perpindahan antar moda, sehingga mengurangi waktu dan biaya perjalanan. Dalam implementasinya, sistem AFC akan menggunakan data tarif yang dinamis, sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Dalam wawancara terpisah, Rabat mengatakan bahwa kontrak ini menunjukkan komitmen Hitachi Rail dalam memajukan sektor perkeretaapian di Indonesia. “Kami tidak hanya memberikan teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan pola pergerakan masyarakat yang lebih smart dan berkelanjutan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AFC akan meningkatkan akurasi pengumpulan data, sehingga memungkinkan perbaikan layanan secara berkelanjutan.

Pihak Sumitomo Corporation Consortium juga menyatakan kepuasan terhadap peran mereka dalam proyek ini. Perusahaan asal Jepang ini dikenal memiliki pengalaman dalam pembangunan infrastruktur berbasis teknologi, dan mereka percaya bahwa kolaborasi dengan MRT Jakarta akan menghasilkan inovasi yang relevan. “Kami optimis bahwa AFC akan menjadi contoh sukses dalam mengembangkan transportasi perkotaan modern,” kata Tsuyoshi Nakamura.

Se

Leave a Comment