Kereta Panoramic: Pengalaman Wisata yang Kian Populer
Key Strategy – Kereta api panoramic kini menawarkan lebih dari sekadar fasilitas transportasi. Menurut laporan MerahPutih.com, banyak masyarakat mulai memandang perjalanan kereta api sebagai bagian dari eksplorasi wisata yang menyenangkan, di mana tata cara memandang pemandangan sepanjang rute menjadi poin utama. Ini menunjukkan pergeseran nilai perjalanan dari sekadar kecepatan dan keandalan menjadi pengalaman visual yang mengesankan.
Permintaan Naik 62 Persen dalam Satu Tahun
Dari Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang Kereta Panoramic mencapai 79.933 orang. Angka ini meningkat signifikan, sebesar 62,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, ketika penumpang hanya sebanyak 49.244 orang. Pertumbuhan ini menunjukkan kepopuleran layanan yang menawarkan pengalaman perjalanan terasa berbeda dari biasanya.
Para pengguna lebih menikmati keunikan tata cara memandang alam sambil tetap nyaman di dalam kereta. Faktor ini membuat perjalanan kereta api menjadi pilihan yang semakin diminati, terutama bagi penggemar alam dan wisata kreatif. Anne Purba, Wakil Presiden Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa keinginan masyarakat untuk menikmati setiap momen perjalanan termasuk panorama yang dilalui semakin meningkat.
“Perjalanan kini menjadi bagian dari pengalaman wisata. Pelanggan ingin menikmati setiap sudut perjalanan, termasuk pemandangan alam yang ditempuh. Kereta Panoramic hadir untuk memenuhi keinginan ini,” ujar Anne, Rabu (10/6).
Pertumbuhan Sejalan dengan Tren Wisata Berbasis Pengalaman
Peningkatan penumpang Kereta Panoramic juga merefleksikan perkembangan sektor pariwisata nasional yang menunjukkan arah positif. Menurut Kementerian Pariwisata, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari hingga November 2025 mencapai 1,09 miliar kali, naik 18,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencetak rekor tertinggi dalam sejarah pergerakan wisata domestik Indonesia beberapa tahun terakhir.
Tren serupa juga terjadi secara global. Laporan Travel Trends 2025: Purpose-Driven Journeys oleh Mastercard Economics Institute, yang diterbitkan pada 12 Mei 2025, menyebut bahwa wisatawan kini lebih memperhatikan pengalaman, minat pribadi, dan kualitas perjalanan dalam memilih destinasi maupun metode bepergian. Ini menunjukkan perubahan nilai wisata yang tidak lagi hanya terfokus pada tujuan akhir, tetapi juga pada proses perjalanan itu sendiri.
Pemandangan Menarik di Jalur Selatan Jawa
Kereta Panoramic saat ini beroperasi pada sejumlah rute jarak jauh. Rute-rute ini mencakup KA Argo Wilis (Bandung-Surabaya Gubeng PP), KA Turangga (Bandung-Surabaya Gubeng PP), KA Pangandaran (Gambir-Banjar PP), KA Papandayan (Gambir-Garut PP), serta KA Parahyangan (Gambir-Bandung PP). Sebagian besar dari jalur ini berada di wilayah selatan Pulau Jawa, yang dikenal memiliki variasi bentang alam menarik.
Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menyaksikan berbagai pemandangan, seperti persawahan luas, lembah hijau, perbukitan, kawasan pegunungan, aliran sungai, serta panorama pedesaan yang menyebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Keindahan alam ini menjadi daya tarik utama yang menjadikan perjalanan lebih berkesan.
Fasilitas Premium untuk Pengalaman Optimal
Kereta Panoramic dikelola oleh KAI Wisata dan merupakan jenis kereta api panoramic pertama di Indonesia. Layanan ini merupakan hasil modifikasi dari kereta kelas eksekutif, dengan tambahan kaca panoramic berukuran lebih besar serta sistem sunroof otomatis. Desain ini memungkinkan penumpang menikmati pemandangan dari berbagai sudut, baik dari sisi samping maupun bagian atas kereta.
Dengan kapasitas 38 tempat duduk, kereta ini menawarkan suasana perjalanan yang lebih eksklusif dan nyaman. Fasilitas pendukung seperti staf kereta khusus, sajian makanan dan minuman, layanan hiburan film, serta akses WiFi selama perjalanan juga tersedia. Anne Purba menilai kekayaan panorama alam Indonesia menjadi keunggulan khusus bagi moda transportasi yang menggabungkan fungsi dan keindahan.
Untuk memudahkan akses, tiket Kereta Panoramic dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI. Dengan adanya platform ini, pengguna dapat merencanakan perjalanan secara lebih efisien, termasuk mengetahui detail rute dan fasilitas yang ditawarkan. Pertumbuhan permintaan ini berdampak pada peningkatan daya tarik destinasi-destinasi sepanjang jalur yang dituju.
Kereta Panoramic tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang inovatif. Perjalanan ini berpotensi meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi rasa jenuh dalam perjalanan biasa. Dengan perhatian terhadap pengalaman visual, Kereta Panoramic mengisi kebutuhan wisatawan yang ingin menjelajah alam sambil tetap merasa nyaman dan terhibur.
Keberhasilan layanan ini juga mencerminkan adaptasi KAI terhadap perubahan preferensi wisatawan. Dengan menawarkan pengalaman berbeda, kereta api tidak lagi dianggap sebagai alat transportasi biasa, tetapi sebagai bagian dari pembentukan memori yang unik. Peningkatan minat terhadap Kereta Panoramic menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia kian menitikberatkan pada pengalaman yang menyeluruh.