BMKG Prediksi Hujan Mengguyur Mayoritas Kota Besar Indonesia Pada Minggu 21 Juni 2026, Mulai Ringan hingga Disertai Petir
Announced – Berita dari MerahPutih.com menyebutkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk hari Minggu, 21 Juni 2026. Dalam laporan tersebut, sebagian besar kota besar di Indonesia diperkirakan akan menerima curah hujan, dengan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga disertai petir. Prakiraan ini menjadi penting bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas harian, terutama bagi daerah yang rawan banjir atau gangguan cuaca ekstrem.
Kota-kota yang Mengalami Hujan Ringan
Dalam prakiraan BMKG, sejumlah kota besar akan mengalami curah hujan ringan. Wilayah yang diperkirakan terkena hujan lembut ini mencakup Medan (Sumatera Utara), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), dan kota-kota lain seperti Padang (Sumatera Barat), Jambi, Bengkulu, Palembang (Sumatera Selatan), serta Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung). Selain itu, Serang (Banten), Jakarta, Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Samarinda (Kalimantan Timur) juga diperkirakan akan terkena hujan ringan. Prakirawan BMKG Sastia mengungkapkan bahwa hujan ini bersifat sebagian besar mendung, dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi.
“Lalu hujan ringan di kota Mataram (Nusa Tenggara Barat), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Palu (Sulawesi Tengah), Sorong (Papua Barat Daya), dan Nabire (Papua Tengah,”
catanya dikutip dari Antara. Wilayah ini terutama diperkirakan akan mengalami hujan yang tidak mengganggu kegiatan sehari-hari, meski ada kemungkinan angin kencang atau petir terjadi di beberapa titik. BMKG memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama di daerah yang memiliki topografi curam atau dekat jalur sungai.
Kota dengan Potensi Hujan Disertai Petir
Sementara itu, beberapa kota besar lainnya diperkirakan akan menghadapi hujan yang disertai petir. Wilayah ini antara lain mencakup Pekanbaru (Riau), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara). Prakiraan BMKG menyebutkan bahwa hujan lebat dengan petir bisa terjadi di beberapa titik, sehingga warga di daerah tersebut dianjurkan menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari.
Dalam laporan yang sama, BMKG juga mengungkapkan potensi cuaca berawan dan berawan tebal di kota Bandar Lampung. Daerah ini mungkin akan mengalami peningkatan kelembapan, yang berisiko memicu kondisi langit gelap atau petir. Selain itu, kota Bandar Aceh, Bandung (Jawa Barat), serta Yogyakarta diperkirakan akan menghadapi cuaca berawan tebal, dengan angin sedang yang dapat meningkatkan risiko genangan air di jalanan.
Wilayah Lain yang Terkena Pengaruh Cuaca
Prakiraan cuaca BMKG juga mencakup beberapa daerah yang memiliki kondisi cuaca khas. Kota Mamuju (Sulawesi Barat) diperkirakan akan mengalami hujan sedang, yang berpotensi mengganggu transportasi darat. Di sisi lain, wilayah seperti Denpasar (Bali), Makassar (Sulawesi Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara), Gorontalo, Manado (Sulawesi Utara), Ternate (Maluku Utara), Ambon (Maluku), Manokwari (Papua Barat), Jayapura (Papua), dan Merauke (Papua Selatan) diperkirakan akan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal. Kondisi ini bisa berdampak pada visibilitas pengemudi dan kebutuhan perlengkapan pelindung matahari.
Sastia menambahkan bahwa ada potensi kabut atau asap di kota Jayawijaya (Papua Pegunungan). Faktor ini mungkin dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik atau kelembapan tinggi yang menyebabkan pembentukan awan tipis. Wilayah ini dianjurkan untuk memantau kondisi cuaca secara lebih intensif, terutama bagi warga yang tinggal di dataran tinggi atau hutan lebat.
Analisis Faktor Pemicu Cuaca
Menurut analisis BMKG, perubahan cuaca di Indonesia pada minggu tersebut dipengaruhi oleh dinamika angin pasat dan aktivitas monsun. Wilayah di sekitar Laut China Selatan dan Samudra Hindia sedang dalam kondisi stabil, sehingga memungkinkan hujan ringan di Sumatera dan Kalimantan. Di sisi lain, daerah di Pulau Jawa dan Sulawesi mungkin akan mengalami pergerakan udara yang lebih dinamis, terutama akibat dari tekanan atmosfer yang berubah.
BMKG juga menjelaskan bahwa kenaikan suhu permukaan laut dan intensitas penguapan air di sejumlah wilayah menjadi penyebab utama hujan lebat yang disertai petir. Kondisi ini lebih sering terjadi di wilayah yang dekat dengan laut, seperti Pontianak dan Tanjung Selor. Untuk kota-kota yang terletak di dataran tinggi, seperti Mataram dan Nabire, hujan ringan diperkirakan lebih bersifat lokal dan tidak akan menyebabkan banjir besar.
Persiapan dan Mitigasi
Menyikapi prakiraan cuaca tersebut, BMKG memberikan rekomendasi untuk masyarakat. Warga yang tinggal di kota dengan potensi hujan disertai petir diimbau untuk membawa perlengkapan perlindungan, seperti jas hujan, dan memastikan aliran air di sekitar rumah tetap lancar. Di daerah yang berawan tebal, perusahaan transportasi udara diminta untuk mengecek kesiapan landing dan take-off, terutama pada bandara yang berada di ketinggian.
Menurut Sastia, kondisi cuaca yang tidak stabil pada minggu tersebut juga memengaruhi aktivitas pertanian dan pariwisata. Di beberapa wilayah, hujan ringan bisa meningkatkan kualitas tanah dan membantu pertumbuhan tanaman, sementara di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya, hujan berpotensi memperlambat proses kerja di sektor