Tim

Special Plan: Tim Promosi Super League 2026 2027 Adhyaksa FC Berpeluang Bermarkas di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya

Adhyaksa FC Dalam Perjalanan ke Super League 2026/2027, Membuka Potensi Bermarkas di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya Special Plan - Dalam langkah strategis

Desk Tim
Published Juni 12, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Adhyaksa FC Dalam Perjalanan ke Super League 2026/2027, Membuka Potensi Bermarkas di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya

Special Plan – Dalam langkah strategis yang baru saja diumumkan, tim Adhyaksa FC yang berhasil naik ke level Super League 2026/2027 menunjukkan kemungkinan besar akan menggunakan Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), sebagai markas utamanya. Hal ini diungkapkan setelah Presiden klub, Eko Setyawan, melakukan inspeksi langsung ke lokasi tersebut, menandai peningkatan kemitraan antara tim dan pemerintah setempat.

Stadion Tuah Pahoe, yang berada di tengah kota Palangka Raya, dianggap sebagai salah satu infrastruktur penting yang bisa mendukung pertumbuhan sepak bola di Kalimantan Tengah. Eko Setyawan menjelaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya menjadi peluang untuk membangun kualitas pertandingan tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan bakat muda lokal. Menurutnya, keberadaan Adhyaksa FC di level lebih tinggi akan memperkuat pengaruh positif terhadap industri sepak bola di daerah tersebut.

Salah satu kontribusi utama yang diharapkan dari kemitraan ini adalah pengembangan bakat pemain muda Kalteng. Eko menyatakan bahwa Adhyaksa FC bertujuan mencetak generasi baru atlet yang siap bersaing di level nasional, bahkan bisa masuk dalam timnas Indonesia. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah adalah bagian dari upaya menyeluruh untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan.

“Adhyaksa FC kini berada di level Super League. Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat, sehingga mampu melahirkan pemain berkualitas untuk masa depan,” kata Eko, seperti dikutip dari Antara.

Dalam perjalanan promosi ke Super League, Adhyaksa FC telah mengalami perubahan signifikan. Dari awalnya beroperasi di level amatir, klub ini berhasil naik ke kasta tertinggi dalam empat tahun terakhir. Proses ini tidak hanya melibatkan perbaikan manajemen tetapi juga konsistensi dalam pembinaan pemain lokal. Eko Setyawan menjelaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi yang terus menerus antara tim dan komunitas.

Salah satu inisiatif utama yang dilakukan Adhyaksa FC adalah program Elite Pro Academy. Program ini dirancang untuk menumbuhkan pemain berjenjang dari usia U16 hingga U20, dengan harapan mereka bisa menjadi bagian dari timnas Indonesia atau berkiprah di level kompetitif nasional. Eko menegaskan bahwa misi klub bukan hanya sebatas meraih prestasi di tingkat senior, tetapi juga mendorong pengembangan talenta di berbagai usia.

“Kami membawa program Elite Pro Academy yang akan memberikan kesempatan berkembang dan berkompetisi secara profesional kepada anak-anak asli Kalimantan Tengah,” ujar Eko, yang juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI.

Kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dianggap sebagai langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut. Stadion Tuah Pahoe, sebagai tempat latihan dan pertandingan utama, akan menjadi pusat dari program pembinaan. Eko Setyawan berharap infrastruktur ini bisa digunakan secara optimal, sehingga mampu memperkuat ikatan antara klub dan masyarakat sekitar.

Adhyaksa FC juga berencana untuk meraih dukungan dari berbagai pihak dalam memperkuat keberadaannya di Kalteng. Dengan menjadi klub yang dikenal dan diakui secara nasional, Eko berharap bisa membangkitkan semangat kompetisi di daerah tersebut, sekaligus memberikan contoh yang baik bagi klub-klub lain. Ia menegaskan bahwa keberhasilan promosi ini adalah bukti bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi besar dalam menghasilkan atlet berkualitas.

Misi pembangunan ekosistem sepak bola di Kalimantan Tengah dianggap sebagai prioritas oleh Adhyaksa FC. Eko Setyawan menyebutkan bahwa langkah ini bertujuan untuk menciptakan suasana kompetitif yang sehat, di mana pemain lokal bisa berkembang tanpa tergantung sepenuhnya pada pemain dari luar daerah. Selain itu, program Elite Pro Academy diharapkan bisa menjadi platform untuk menemukan bakat-bakat unik yang mungkin terlewatkan jika hanya fokus pada pertandingan tunggal.

“Kami datang dengan manajemen profesional. Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1,” tutur Eko, yang menyoroti pentingnya memperkuat tradisi sepak bola di Kalimantan Tengah.

Pembinaan pemain muda di Kalteng bukan hanya tugas klub tetapi juga pemerintah setempat. Eko Setyawan menjelaskan bahwa peran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sangat krusial dalam memberikan dukungan, baik secara logistik maupun kebijakan. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan bisa tercipta lingkungan yang mendukung pengembangan sepak bola secara holistik.

Adhyaksa FC juga berencana untuk mengintegrasikan program Elite Pro Academy ke dalam struktur klub secara utuh. Eko menegaskan bahwa keberhasilan promosi ke Super League adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang, di mana tujuan utamanya adalah mencetak pemain yang mampu berkiprah di level internasional. Selain itu, program ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal melalui kegiatan olahraga.

Komitmen Adhyaksa FC terhadap pembinaan pemain muda telah dijalankan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir. Dari level junior hingga senior, klub ini memastikan setiap tahap perekrutan dan pelatihan dilakukan dengan profesional. Eko Setyawan menilai bahwa infrastruktur yang ada, termasuk Stadion Tuah Pahoe, bisa menjadi bagian dari proses pengembangan tersebut.

Dengan menjadi klub yang bermarkas di Stadion Tuah Pahoe, Adhyaksa FC diharapkan bisa menginspirasi komunitas lokal untuk terlibat lebih aktif dalam sepak bola. Eko berharap masyarakat Kalteng tidak hanya menjadi penonton tetapi juga bagian dari ekosistem yang melahirkan pemain hebat. Ia menyatakan bahwa timnas Indonesia juga bisa menemukan talenta baru dari Kalimantan Tengah melalui program ini.

Komitmen Adhyaksa FC untuk membangun sepak bola di Kalimantan Tengah terlihat jelas dari berbagai inisiatif yang diluncurkan. Dengan level Super League sebagai penanda, klub ini menawarkan peluang baru bagi pemain muda yang berbakat. Eko Setyawan menggambarkan bahwa ini adalah momen penting dalam sejarah sepak bola daerah, yang bisa menjadi awal dari transformasi lebih luas.

Leave a Comment