Transfer

New Policy: Anan Khalaili Dipastikan Gagal Gabung Inter Milan, Semua Gara-gara Tes Medis?

ilan Setelah Tes Medis New Policy - Presiden klub Inter Milan, Beppe Marotta, secara resmi mengumumkan bahwa proses perpindahan Anan Khalaili dari Union

Desk Transfer
Published Juli 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

New Policy: Anan Khalaili Gagal Gabung Inter Milan Setelah Tes Medis

New Policy – Presiden klub Inter Milan, Beppe Marotta, secara resmi mengumumkan bahwa proses perpindahan Anan Khalaili dari Union Saint-Gilloise ke Milan tidak dapat dilanjutkan. Penyebab utamanya adalah pemain asal Israel tersebut tidak memenuhi standar medis yang ditetapkan oleh otoritas olahraga Italia. Dengan demikian, kesepakatan senilai 30 juta euro atau setara Rp 619 miliar menjadi batal total. Keputusan ini mencerminkan komitmen Inter Milan terhadap kepatuhan terhadap regulasi kesehatan yang berlaku.

Sebelumnya, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan awal dengan nilai dasar 25 juta euro ditambah berbagai bonus yang akan diberikan. Khalaili sendiri telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan rutin di lingkungan Inter Milan tanpa menemukan hambatan berarti. Namun, ada satu tahap tambahan yang harus dilalui sebelum resmi bergabung dengan klub raksasa Serie A. Tahap ini menjadi krusial dalam menentukan nasib transfer tersebut.

Kami telah menegosiasikan pembelian Khalaili, tetapi ia tidak lolos tes medis. Pihak CONI baru saja menginformasikan hal ini kepada kami dan saya ingin menyampaikannya kepada Anda semua, ujar Marotta dalam konferensi persnya.

Tahap tambahan tersebut adalah tes stres medis yang diselenggarakan oleh Komite Olimpiade Italia atau CONI. Sayangnya, pemeriksaan ini mengungkap adanya kejanggalan pada kondisi fisik sang pemain. Khalaili kemudian menjalani tes ulang pada hari Senin tanggal 13 Juli waktu setempat. Meskipun diperkirakan masih ada pemeriksaan lanjutan keesokan harinya, Marotta memutuskan untuk mengumumkan keputusan akhir lebih awal. Proses ini menunjukkan betapa ketatnya standar yang diterapkan.

Aturan Ketat CONI dan Dampaknya

Marotta menekankan bahwa regulasi kesehatan di Italia memang sangat ketat. Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukan berasal dari Inter Milan, melainkan kewajiban klub untuk menerima hasil evaluasi dari CONI. Hal ini berkaitan langsung dengan aspek kesehatan pemain yang menjadi prioritas utama. New Policy ini telah menjadi sorotan media karena dampaknya terhadap pasar transfer Italia.

Saat CONI tidak menerbitkan sertifikat yang diperlukan, maka pemain tersebut tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi resmi apapun di tanah Italia. Fokus utama tes stres kali ini adalah pada aspek kardiologi. Kini, Khalaili harus kembali ke Union Saint-Gilloise dan berkoordinasi dengan tim medis setempat untuk mendapatkan perawatan yang sesuai. Proses pemulihan dan evaluasi lebih lanjut akan menentukan langkah selanjutnya.

Ketatan aturan ini terlihat jelas dari kasus pemain lain seperti Edoardo Bove dan Christian Eriksen. Keduanya terpaksa melanjutkan karier di luar Serie A meskipun memiliki kemampuan tinggi, karena menggunakan implan defibrilator jantung. Situasi serupa kini dihadapi oleh Khalaili. Kasus-kasus ini menjadi preceden penting bagi klub-klub Italia dalam merekrut pemain asing.

Konteks Transfer dan Masa Depan

Khalaili diproyeksikan sebagai alternatif pengganti Denzel Dumfries. Bek asal Belanda tersebut telah resmi bergabung dengan Real Madrid setelah klausul pelepasan senilai 20 juta euro atau Rp 413 miliar diaktifkan. Marotta menjelaskan bahwa pilihan Dumfries untuk meninggalkan Milan merupakan keputusan pribadi yang harus dihormati. New Policy kesehatan ini menambah kompleksitas dalam strategi transfer klub.

Dumfries lebih memilih untuk mengakhiri kariernya di klub bergengsi seperti Real Madrid, jadi kami harus mencari penggantinya. Angka-angka biaya transfer yang beredar saat ini sungguh fantastis; hal itu membuat sepak bola Italia hanya menjadi penonton jika dibandingkan dengan peran yang pernah kami miliki di masa lalu, tambah Marotta.

Sebelum kasus Khalaili, Inter Milan juga hampir menyelesaikan kesepakatan dengan Atalanta untuk merekrut Marco Palestra. Nilai yang ditawarkan mencapai 50 juta euro atau Rp 1 triliun. Namun, rencana tersebut akhirnya gagal karena Chelsea mengirimkan tawaran yang jauh lebih besar. Kedua kasus ini menunjukkan betapa tingginya kompetisi di pasar transfer Eropa saat ini.

Kegagalan transfer Khalaili tentu menjadi pukulan bagi Inter Milan. Namun, klub tetap terbuka untuk mencari solusi terbaik bagi kebutuhan skuad mereka. Proses evaluasi medis yang ketat dari CONI memang menjadi tantangan tersendiri bagi klub Italia dalam merekrut pemain asing. Semua pihak kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kondisi kesehatan Khalaili dan kemungkinan transfer ke klub lain di masa depan. Implementasi New Policy ini akan terus menjadi perhatian dalam dunia sepak bola Italia.

Leave a Comment