Truk

Truk Tronton Tabrak Petugas Pemelihara Tol Wiyoto Wiyono: 3 Pekerja Tewas, 1 Nyembur Kali Ancol

Tiga Pekerja Tewas dalam Kecelakaan di Tol Wiyoto Wiyono

Kitabersedekah.com – Kecelakaan serius terjadi di Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, saat tim pemeliharaan jalan tengah bekerja pada malam hari. Sebuah truk wing box tronton menabrak area proyek di Kilometer 20.200 A, arah Tanjung Priok menuju Pluit, pada pukul 23.40 WIB. Insiden tersebut menewaskan tiga pekerja, melukai dua orang lainnya, serta menyebabkan satu pekerja terjatuh ke Kali Ancol.

Peristiwa ini menimpa petugas yang berada di sekitar kendaraan operasional proyek pemeliharaan jalan tol. Truk bernomor polisi B 9334 DU yang dikemudikan Ferdy Yulianto Ardi melaju di lajur satu sebelum memasuki lokasi pengerjaan.

Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Brata Manggala, menyampaikan bahwa pengemudi diduga mengalami microsleep, yaitu kondisi tertidur sesaat yang dapat terjadi ketika seseorang tetap berada di balik kemudi.

“Diduga pengemudi kendaraan truk wing box tronton tersebut mengalami tidur sesaat atau microsleep, sehingga menabrak traffic cone, lalu dilanjutkan menabrak kendaraan pikap operasional beserta para pekerja yang sedang mengerjakan proyek jalan tol,”

Truk Menabrak Penanda Proyek dan Pikap Operasional

Di lokasi, terdapat traffic cone atau kerucut lalu lintas sebagai penanda bahwa sebagian ruas sedang digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan. Ketika konsentrasi pengemudi hilang, truk tersebut oleng dan terlebih dahulu menghantam penanda keselamatan itu.

Tabrakan kemudian berlanjut ke kendaraan pikap operasional milik Citra Marga dengan nomor polisi B 9468 UAO. Kendaraan tersebut sedang terparkir di area pekerjaan. Benturan kuat menyebabkan bagian belakang pikap ringsek berat.

Para pekerja yang berada di sekitar kendaraan proyek menjadi korban dalam kejadian tersebut. Suroto, yang bertugas sebagai pengawas beton, meninggal di lokasi. Yunus, seorang Tenaga Harian Lepas atau THL, juga dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Korban ketiga, Baharudin, sempat mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Namun, nyawanya tidak tertolong saat menjalani perawatan intensif di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Dua Pekerja Lain Terluka

Selain tiga korban meninggal, dua pekerja lainnya mengalami luka. Sugito menderita cedera serius pada kepala, punggung, tangan, dan kaki kanan. Kondisinya menjadi bagian dari penanganan pascakecelakaan yang dilakukan petugas di lokasi.

Akbar mengalami kejadian yang sangat berbahaya ketika terdorong oleh dampak benturan hingga terpelanting dari area jalan tol. Ia jatuh ke Kali Ancol yang berada di bawah kolong tol. Akbar selamat, meski mengalami keseleo dan luka lecet.

Jatuhnya Akbar ke kali memperlihatkan besarnya energi benturan yang terjadi di lokasi. Area proyek jalan tol, khususnya pada malam hari, memiliki risiko tinggi karena pekerja berada dekat dengan lajur kendaraan yang masih aktif digunakan. Traffic cone dan kendaraan operasional berfungsi memberi peringatan, tetapi keselamatan tetap sangat bergantung pada kewaspadaan setiap pengemudi yang melintas.

Microsleep dan Risiko Berkendara di Malam Hari

Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari. Dalam situasi mengemudi, beberapa detik hilangnya kesadaran dapat membuat kendaraan bergerak tanpa kendali, terutama bila kendaraan melaju di jalan bebas hambatan.

Pengemudi yang merasa lelah, mengantuk, atau sulit fokus perlu segera mengambil langkah aman, seperti berhenti di tempat yang diperbolehkan untuk beristirahat. Menjaga jarak pandang, memperhatikan rambu, dan mengurangi kecepatan saat memasuki zona pekerjaan jalan juga menjadi hal penting bagi pengguna tol.

Bagi petugas pemeliharaan, pekerjaan malam hari dilakukan agar gangguan terhadap lalu lintas dapat ditekan. Namun, kondisi tersebut menuntut perlindungan maksimal karena visibilitas lebih terbatas dan pengemudi dapat mengalami kelelahan setelah melakukan perjalanan panjang.

Kasus Diserahkan kepada Unit Laka Lantas

Bagian depan truk wing box tronton mengalami kerusakan parah akibat benturan. Sementara itu, pikap operasional proyek mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian belakang.

Penanganan perkara berikut barang bukti telah diserahkan kepada Piket Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara. Proses penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk menelusuri seluruh rangkaian kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan, pengemudi, serta situasi area kerja saat insiden berlangsung.

“Saat ini penanganan perkara dan barang bukti telah diserahkan kepada Piket Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polres Metro Jakarta Utara untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tutup Rieki.

Tragedi di Tol Wiyoto Wiyono ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan bahwa zona pemeliharaan harus diperlakukan sebagai area dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Pekerja jalan menjalankan tugas di tengah arus kendaraan, sehingga setiap pengemudi perlu mematuhi penanda keselamatan dan memastikan kondisi fisik tetap layak sebelum melanjutkan perjalanan.

Frequently Asked Questions

What is Truk Tronton Tabrak Petugas Pemelihara Tol Wiyoto?

Truk Tronton Tabrak Petugas Pemelihara Tol Wiyoto is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Truk Tronton Tabrak Petugas Pemelihara Tol Wiyoto matter?

Truk Tronton Tabrak Petugas Pemelihara Tol Wiyoto matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *