Tiga Tenaga Kerja PAM Jaya Tewas Akibat Paparan Gas Beracun di Gorong-gorong
3 Pekerja Proyek PAM Jaya Meninggal – Kecelakaan tragis terjadi pada hari Kamis, tanggal 9 Juli, ketika tiga orang pekerja proyek milik PAM Jaya kehilangan nyawa akibat keracunan gas di dalam sebuah gorong-gorong. Lokasi kejadian berada di Jalan Mabes Hankam, tepatnya di wilayah Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung. Setelah insiden tersebut, ketiga jenazah berhasil dievakuasi oleh petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur dengan selamat. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang terkait keselamatan kerja di area konstruksi.
Proses Evakuasi yang Dilakukan
Abdul Wahid, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, memberikan keterangan resmi mengenai peristiwa ini. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan adanya pekerja yang pingsan di dalam gorong-gorong dekat pintu masuk Taman Mini Indonesia Indah atau yang lebih dikenal dengan kawasan Keong Emas. Tim darurat segera dikerahkan untuk menangani situasi darurat tersebut.
“Kami mengerahkan 12 personel ke lokasi. Tim tiba sekitar pukul 09.55. Proses evakuasi ketiga korban tuntas pada pukul 11.55,” kata Abdul Wahid kepada wartawan pada Kamis (9/7).
Menurut catatan yang dihimpun, proses evakuasi berlangsung selama hampir dua jam sejak tim pertama kali tiba di lokasi. Seluruh personel yang terlibat bekerja dengan koordinasi yang baik untuk memastikan keselamatan korban dan keberhasilan operasi penyelamatan. Setiap langkah dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi gas beracun yang masih ada di dalam gorong-gorong.
Rangkaian Kejadian yang Menyebabkan Korban Pingsan
Wahid kemudian menguraikan kronologi insiden berdasarkan keterangan saksi mata yang berada di lokasi. Awalnya, insiden bermula saat seorang pekerja turun ke dalam gorong-gorong untuk melaksanakan tugas pekerjaannya. Namun, saat menuruni tangga, ia tiba-tiba kehilangan kesadaran dan jatuh. Rekan-rekannya yang berusaha memberikan pertolongan ikut kehilangan kesadaran. Seorang pekerja lainnya kemudian turun untuk membantu, tetapi mengalami nasib serupa.
“Ketiga pekerja tersebut akhirnya tewas karena paparan gas beracun yang terkumpul di dalam gorong-gorong yang cukup dalam. Kondisi ini menunjukkan bahwa gas beracun dapat menyebar dengan cepat dan berbahaya bagi siapa saja yang berada di ruang tertutup,” jelas Abdul Wahid.
Ketiga pekerja tersebut akhirnya tewas karena paparan gas beracun yang terkumpul di dalam gorong-gorong yang cukup dalam. Kondisi ini menunjukkan bahwa gas beracun dapat menyebar dengan cepat dan berbahaya bagi siapa saja yang berada di ruang tertutup. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya prosedur keselamatan kerja yang ketat di area konstruksi.
Tindakan Keselamatan dan Pengangkutan Jenazah
Untuk menjamin keselamatan petugas yang turun ke dalam gorong-gorong, personel Gulkarmat dibekali alat pelindung diri lengkap serta tabung oksigen sebagai bantuan pernapasan. Perlengkapan ini sangat penting untuk mencegah petugas mengalami keracunan gas yang sama seperti para korban. Setelah dievakuasi, ketiga jenazah langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi.
Berdasar informasi yang dihimpun, ketiga orang yang wafat sedang mengerjakan jaringan PAM Jaya di area tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pekerja konstruksi untuk selalu memperhatikan keselamatan kerja, terutama di ruang tertutup yang berpotensi mengandung gas berbahaya. Para ahli keselamatan kerja sering menekankan bahwa gorong-gorong dan ruang bawah tanah merupakan area berisiko tinggi karena akumulasi gas seperti karbon monoksida, hidrogen sulfida, dan metana.
Pekerja yang turun ke area tersebut harus selalu membawa alat deteksi gas dan menggunakan sistem ventilasi yang memadai untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Keluarga ketiga korban kini sedang menunggu hasil autopsi lengkap untuk mengetahui penyebab pasti kematian mereka. Pihak PAM Jaya juga telah menyatakan komitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan kerja di seluruh proyek yang sedang berjalan. Evaluasi ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.